KPK Panggil Empat Mantan Bos PT Garuda Indonesia Terkait Suap

KPK Panggil Empat Mantan Bos PT Garuda Indonesia Terkait Suap
Emirsyah Satar Ditahan KPK. ©2019 merdeka.com/dwi narwoko
NEWS | 17 Desember 2019 11:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tersangka Emirsyah Satar akan dimintai keterangannya sebagai saksi dari tersangka lain Hadinoto Soedigno (HDS).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi tersangka HDS," tutur Febri dalam keterangannya, Selasa (17/12).

Selain itu, lanjutnya, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Stafsus Kementerian Pariwisata yang juga mantan petinggi PT Garuda Indonesia lainnya yakni mantan Dirut Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko PT Garuda Indonesia atas nama Judi Rifajantoro.

Dua saksi lainnya yakni mantan Plh Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Garuda Indonesia yang juga karyawan PT Air Fast Indonesia, Muhammad Arif Wibowo, dan SM Service Quality Assurance PT Garuda Indonesia, Prijastono Purwanto. Ketiganya juga diperiksa untuk tersangka HDS.

2 dari 2 halaman

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) tahun 2007-2012 Hadinoto Soedigno tersangka kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Keduanya diduga menerima suap dari Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo yang juga pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA). Soetikno juga dijerat sebagai tersangka dalam kasus ini.

Soetikno diduga memberi Rp5,79 miliar kepada Emirsyah untuk pembayaran rumah di Pondok Indah, USD 680 ribu dan EUR 1,02 juta yang dikirim ke rekening perusahaan milik Emirsyah di Singapura, dan SGD 1,2 juta untuk pelunasan apartemen milik Emirsyah di Singapura.

Sedangkan untuk Hadinoto, Soetikno memberi USD 2,3 juta dan EUR 477 ribu yang dikirim ke rekening Hadinoto di Singapura. Selain dijerat tersangka suap, Emirsyah Satar dan Soetikno Soedardjo dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/ded)

Baca juga:
KPK akan Panggil 4 Saksi Terkait Kasus Pengadaan Mesin dan Pesawat Garuda
KPK Panggil 7 Eks dan Pejabat PT Garuda Indonesia
KPK Periksa Petinggi PT Garuda Indonesia
Tak Cuma Emirsyah Satar, Pejabat Garuda Lain Diduga Ikut Kecipratan Aliran Suap
Eks Dirut Garuda Indonesia dan Penyuapnya Segera Jalani Disidang
KPK Kembali Periksa Emirsyah Satar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami