KPK panggil James Riady dinilai langkah tepat ungkap kasus Meikarta

PERISTIWA | 31 Oktober 2018 18:31 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil bos Lippo Group James Riady dinilai sebagai langkah tepat untuk mengungkap kasus dugaan suap proyek Meikarta. Hal ini diungkapkan Pakar Hukum Pidana Hery Firmansyah. Dia juga mengapresiasi tindakan kooperatif yang ditunjukkan oleh James Riyadi.

"Tentu ada informasi yang perlu didalami oleh KPK agar dapat merumuskan tindak pidana tersebut dengan benar, pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan. Langkah kooperatif yang diambil oleh James Riyadi juga adalah langkah yang tepat," ungkap Hery dalam keterangan tertulis, Rabu (31/10).

Dia menegaskan, menjadi saksi dan memberikan keterangan atau informasi terhadap suatu tindak pidana yang terjadi adalah kewajiban hukum setiap orang.

"Langkah berikutnya adalah mendalami keterangan yang diberikan. Jika ada bukti keterkaitan dengan pihak lain di luar dari yang OTT dengan pertimbangan hukum yg tepat tentunya masih terbuka peluang tersebut. Sehingga dalam penanganan kasus ini tuntas dan dapat menghadirkan keadilan hukum yang substansial," ujarnya.

Sementara, James Riady menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan KPK sebagai saksi dalam mengusut kasus dugaan suap perizinan pembangunan megaproyek apartemen tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh James setelah keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Rasuna Said, Selasa malam (30/10).

"Saya dalam kapasitas pribadi saya baru saja selesai proses pemberian pernyataan di KPK, selama sekian waktu saya telah menjawab 59 pertanyaan, mencakupi segala hal. Saya beri semua itu dengan kooperatif dan mendukung KPK dengan proses itu," ujar James Riyadi.

"Saya sungguh mengapresiasi sikap KPK yg begitu profesional dan begitu ramah. Selanjutnya saya akan terus kooperatif dan mendukung KPK dalam melaksanalan tugasnya dan setiap saat pun saya bersedia untuk memberikan pernyataan lagi," tambah James.

James juga menampik spekulasi yang beredar mengenai keterlibatannya dengan kasus hukum yang melanda PT MSU. "Izinkan saya menyampaikan bahwa saya pribadi tidak mengetahui, dan tidak memiliki keterlibatan dengan kasus suap di Bekasi," kilahnya.

Pada kesempatan itu, James juga mengklarifikasi spekulasi yang membahas pertemuannya dengan Bupati Bekasi. "Tadi ada pertanyaan juga apakah saya ketemu bupati? Betul saya ketemu beliau akhir tahun lalu. saat beliau baru saja melahirkan. Kebetulan saya di Lippo Cikarang diberitahu beliau baru melahirkan. Saya sendiri baru saat itu tahu bupatinya wanita. Saya diajak untuk mampir untuk ucapkan selamat ke rumah beliau. Tidak ada pembicaraan izin, bisnis atau apapun dengan beliau," terang James. (mdk/cob)

Baca juga:
James Riady tegaskan siap bekerja sama dengan KPK
Panggil James Riady, KPK tak menutup kemungkinan kembangkan kasus Meikarta
James Riady akui bertemu Bupati Bekasi, bantah bahas izin Meikarta
CEO Lippo Group James Riady diperiksa KPK
James Riady penuhi panggilan KPK terkait kasus suap proyek Meikarta
Hari ini, KPK periksa James Riady terkait suap izin Meikarta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.