KPK Periksa 12 Eks Anggota DPRD Sumut di Polda dan Lapas Tanjung Gusta

KPK Periksa 12 Eks Anggota DPRD Sumut di Polda dan Lapas Tanjung Gusta
PERISTIWA | 4 Juni 2020 10:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan 12 mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut). Pemeriksaan akan dilakukan di Polda Sumut dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan.

"Diperiksa di Polda Sumut dan (Lapas) Tanjung Gusta. Karena ada saksi narapidana, di antaranya Washington Pane (anggota DPR Sumut 2009-2014)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (4/6).

Selain Washington, mantan anggota DPRD Sumut lain yang juga akan diperiksa pada hari ini yakni, Isma Padli Ardya Pulungan, Jamaluddin Hasibuan, Japorman Saragih, Layari Sinukaban, Marahalim Harahap, Megalia Agustina, Murni Elieser Munthe, Richard Eddy Marsaut Lingga, Sonny Firdaus, Syahrial Harahap, dan Tohonan Silalahi.

KPK menetapkan 14 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka kasus dugaan suap menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan dengan 14 orang anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 atau 2014-2019 sebagai tersangka," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1).

Ke-14 orang tersangka tersebut yakni Sudirman Halawa, Rahmad Pardamean Hasibuan, Nurhasanah, Megalia Agustina, Ida Budiningsih, Ahmad Hosein Hutagalung, Syamsul Hilal, Robert Nainggolan, Ramli, Mulyani, Layani Sinukaban, Japorman Saragih, Jamaluddin Hasibuan, dan Irwansyah Damanik.

"14 tersangka tersebut diduga menerima fee beragam dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho terkait fungsi dan wewenang sebagai anggota DPR Sumut," kata Ali.

Uang yang diterima 14 tersangka dari Gatot itu terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut tahun anggaran 2012 sampai dengan 2014 dan persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013 dan 2014.

Kemudian pengesahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2014 dan 2015 serta penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumatera Utara pada 2015.

Mereka semua disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya KPK sudah menetapkan 50 orang eks anggota DPRD Sumut sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, senilai Rp300 hingga Rp350 juta perorang.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
KPK Kembalikan Uang Negara Rp355 Juta dari Eks Wakil Ketua DPRD Sumut
KPK Tetapkan 14 Mantan Anggota DPRD Sumut Tersangka Suap Eks Gubernur Gatot Pujo
Kasus Suap, KPK Panggil Enam Mantan Anggota DPRD Sumut
Kasus Suap, 3 Mantan Anggota DPRD Sumut Divonis 4 Tahun Penjara
Kasus Suap Gatot Pujo Nugroho, Empat Mantan Anggota DPRD Sumut Jalani Sidang Vonis

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5