KPK Periksa 3 Staf DPP PDIP Terkait Kasus Suap Wahyu Setiawan

PERISTIWA | 24 Januari 2020 11:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memanggil tiga staf DPP PDIP, Gery, Riri dan Kusnadi. Ketiganya akan dimintai keterangan seputar kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU terkait penetapan anggota DPR RI periode 2019-2024.

"Mereka bertiga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE (Saeful Bahri)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (24/1).

Selain mereka, tim penyidik juga akan memeriksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan dua Komisioner KPU Hasyim Asy'ari dan Evi Novida Ginting. Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful Bahri.

"Saksi Evi, Hasyim dan Hasto diperiksa untuk tersangka SAE," kata Ali.

1 dari 1 halaman

KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta. (mdk/ray)

Baca juga:
Komisioner KPU Hasyim Asy'ari Diperiksa KPK Terkait Wahyu Setiawan
Selain Sekjen PDIP, KPK Panggil Dua Anggota KPU Terkait Kasus Wahyu Setiawan
Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Suap PAW Anggota DPR
Soal Pelaporan Yasonna, KPK Pilih Fokus Cari Harun Masiku
MAKI Gugat KPK Karena Belum Tetapkan Tersangka Baru Kasus Suap Wahyu Setiawan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.