KPK Periksa Dirjen Linjamsos soal Penentuan Rekanan Distibusi Bansos

KPK Periksa Dirjen Linjamsos soal Penentuan Rekanan Distibusi Bansos
KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko
PERISTIWA | 14 Januari 2021 10:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim peyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemenerian Sosial (Dirjen Linjamsos) Pepen Nazaruddin, Rabu (13/1/2021).

Terhadap Pepen, tim penyidik mencecar proses penentuan rekanan pelaksana proyek distribusi bantuan sosial (bansos) Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Kementerian Sosial.

Pepen diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ardian Iskandar Maddanatja (swasta) dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan bansos Covid-19 di Wilayah Jabodetabek yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

"Pepen Nazaruddin didalami pengetahuannya terkait proses dan tahapan dalam penentuan rekanan pelaksana proyek distribusi bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Kemensos," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Kamis (14/1/2021).

Selain Pepen, penyidik juga memeriksa Direktur Utama PT Famindo Meta Komunika Ubayt Kurniawan sebagai saksi dalam kasus ini. Terhadap Ubayt, tim penyidik mengonfirmasi penyusunan dan pelaksanaan kontrak kerjasama dengan Kemensos.

"Ubayt Kurniawan dikonfirmasi terkait dengan penyusunan dan pelaksanaan kontrak kerja sama dengan Kemensos RI dalam melaksanakan distribusi bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020," kata Ali.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

KPK menduga, berdasarkan temuan awal, Juliari menerima Rp 10 ribu perpaket sembako dengan harga Rp 300 ribu. Namun menurut KPK, tak tertutup kemungkinan Juliari menerima lebih dari Rp 10 ribu. Total uang yang sudah diterima Juliari Rp 17 miliar.

Reporter: Fachrur Rozie (mdk/ray)

Baca juga:
Usut Kasus Korupsi Bansos, KPK Geledah Rumah Dirjen Linjamsos Kemensos
KPK Dalami Fee Diterima Juliari dari PT Tigapilar Agro Utama
Dalami Kasus Suap Bansos Covid-19, KPK Geledah 2 Lokasi di Jakarta dan Bekasi
KPK Sita Dokumen Bansos Usai Geledah PT Junatama Foodia dan Mesail Cahaya Berkat
Kasus Bansos Covid Juliari, KPK Geledah 2 Lokasi di Jakarta

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami