KPK Periksa Dirut Daya Radar Utama Terkait Korupsi Kapal di Bea Cukai

PERISTIWA | 17 Juni 2019 10:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Direktur Utama PT Daya Radar Utama (PT DRU) Amir Gunawan.

Amir akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan kapal di Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) dan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IPR (Istadi Prahastanto-Pejabat Pembuat Komitmen DJBC)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (17/6).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT. Daya Radar Utama (DRU) Amir Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan kapal.

Dalam kasus pertama, Amir Gunawan dijerat bersama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dirjen Bea dan Cukai Istadi Prahastanto dan Ketua Panitia Lelang Heru Sumarwanto.

Mereka bertiga diduga melakukan tindak pidana korupsi pengadaan 16 unit Kapal Patroli Cepat (Fast Patrol Boat/FCB) pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tahun Anggaran 2013-2015.

Dugaan kerugian negara dalam perkara ini adalah Rp117.736.941.127.

Untuk kasus kedua, Amir dijerat bersama PPK pada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aris Rustandi.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembuatan 4 unit kapal 60 meter untuk Sistem Kapal Inspeksi Perikanan Indonesia (SKlPI) pada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Rl Tahun Anggaran 2012-2016.

Dugaan kerugian keuangan negara dalam kasus ini Rp61.540.127.782.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
KPK Periksa Staf Keuangan Waskita Karta Terkait Korupsi 14 Proyek Fiktif
KPK Periksa Calon Rektor UIN Terkait Kasus Jual Beli Jabatan Romahurmuziy
Setnov Pelesiran, KPK Ingin Kinerja Ditjen PAS pada Napi Lebih Baik Lagi
Jokowi Bertemu Pansel Calon Pimpinan KPK di Istana Merdeka
KPK Perpanjang Penahanan Kepala Kanwil Imigrasi Mataram
KPK Segera Beberkan Peran Sofyan Basir dalam Suap PLTU Riau-1

(mdk/rhm)