KPK Periksa Dirut Hutama Karya Aspal Beton Terkait Suap Proyek Jalan Bengkalis

KPK Periksa Dirut Hutama Karya Aspal Beton Terkait Suap Proyek Jalan Bengkalis
KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko
PERISTIWA | 2 Juli 2020 12:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur Utama PT Hutama Karya Aspal Beton (Hakaaston) Dindin Solakhuddin dalam penyidikan kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri di Kabupaten Bengkalis, Riau, Tahun Anggaran 2013-2015.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MNS (M Nasir/mantan Sekretaris Daerah Kota Dumai dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (2/7).

Sebelumnya penyidik KPK telah memanggil Dindin pada 20 Februari 2020. Saat itu Dindin tidak memenuhi panggilan tanpa keterangan.

Selain Dindin, KPK juga memanggil saksi karyawan PT Chevron Pacific Indonesia Wafi Khalid. Adapun pemeriksaan terhadap Dindin dan Wafi digelar di Gedung KPK, Jakarta.

KPK juga dijadwalkan menggelar pemeriksaan di Gedung Direktorat Reskrimsus Polda Riau, Pekanbaru, terhadap enam saksi untuk tersangka M Nasir, yakni Adhe Adriance (wiraswasta CV Wahyu Rintiyani Abadi), Armadan Rambe (subkontraktor box culvert dan drainase untuk PT Sumindo tahun 2013-2015).

Selanjutnya Operation Manager CV Tunggal Mandiri Sejati Eko Kurniawan, Direktur CV Surya Cipta Adigraha Suryadi, wiraswasta CV Risdo Alva Mandiri Uster Manulu, dan Direktur CV Gemar Mas Jaya Rudi Sutianto Leo.

KPK pada Jumat (17/1) telah mengumumkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut.

Pertama, pada proyek peningkatan proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak kecil (multi years) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp156 miliar, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni M Nasir serta dua orang kontraktor Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB).

Kemudian kedua, terkait proyek peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp126 miliar. Adapun yang menjadi tersangka M Nasir, Tirtha Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK serta empat kontraktor masing-masing I Ketut Surbawa (IKS) Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT).

Selanjutnya ketiga, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp152 miliar. KPK menetapkan M Nasir dan Victor Sitorus (VS) selaku kontraktor.

Terakhir, proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multi years) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp41 miliar. M. Nasir dan Suryadi Halim alias Tando (SH) selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek tersebut.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara terhadap ke empat proyek tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar Rp475 miliar.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Bupati Non Aktif Bengkalis Didakwa Terima Uang Rp23,6 Miliar
Sidang Bupati Nonaktif Bengkalis Masih Dakwaan, Belum Pemeriksaan Saksi
Berkas Rampung, Bupati Bengkalis Amril Mukminin Segera Disidang
Berkas P-21, Eks Bupati Amril Mukmini Segera Jalani Sidang
Masa Penahanan Eks Bupati Bengkalis Amril Mukminin Diperpanjang
Plt Bupati Bengkalis Jadi Buronan, Gubernur Riau Kirim Surat ke Mendagri

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami