KPK Periksa Eni Saragih Jadi Saksi Sofyan Basir Tersangka Suap PLTU Riau-1

PERISTIWA | 24 Mei 2019 11:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih sebagai saksi untuk tersangka Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir (SFB) terkait kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SFB," tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Jumat (24/5/2019).

Penyidik juga memanggil dua saksi lain untuk Sofyan Basir. Mereka adalah Johannes Budisutrisno Kotjo dan Direktur PT Nugas Trans Energy yang juga menjabat sebagai Direktur PT Raya, Indra Purmandani.

Eni Saragih dan Johannes Kotjo sendiri sudah berstatus terpidana. Majelis hakim menjatuhkan vonis 6 tahun penjara dengan denda Rp200 juta untuk Eni Saragih.

Sementara Johannes Kotjo divonis 4,5 tahun penjara dengan denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

KPK menetapkan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Penetapan ini merupakan pengembangan dari kasus yang telah menjerat Eni Maulani Saragih, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Kotjo, dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Sofyan Basir diduga bersama-sama Eni Saragih dan Idrus menerima suap dari Johannes Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Sofyan diduga mendapat jatah sama dengan Eni dan Idrus.

Baca juga:
KPK Periksa Sofyan Basir Sebagai Tersangka Suap PLTU Riau-1 Besok
Sidang Praperadilan Sofyan Basir Ditunda Setelah Lebaran
KPK Ajukan Penjadwalan Ulang Sidang Praperadilan Sofyan Basir
Dirut PT Samantaka Batubara Diperiksa Jadi Saksi Kasus Suap PLTU Riau-1
KPK Kembali Periksa Idrus Marham

(mdk/ded)