KPK Periksa Petinggi PT Garuda Indonesia

PERISTIWA | 10 Desember 2019 11:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Roll Roys P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Hari ini, mantan dan petinggi di perusahaan BUMN itu dijadwalkan diperiksa.

Mereka yang dijadwalkan diperiksa adalah Commercial Experts PT Garuda Indonesia, Ardy Protoni Doda, Corporate Planning yang juga mantan VP Treasury Management PT Garuda Indonesia, Albert Burhan, Direktur Komersial periode 2005-2012 Agus Priyanto.

Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko 2002-2012 Achirina, mantan Executive EVP Services Arya Respati Suryono, mantan Direktur Operasi Ari Sapari, pensiunan pegawai Agus Wahjudo, mantan Direktur Keuangan Handrito Harjono, dan mantan pegawai PT Garuda yang kini menjadi Direktur Keuangan PT Gapura Angkasa Ester Siahaan.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HDS (Hadinoto Soedigno)," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Selasa (10/12).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) tahun 2007-2012 Hadinoto Soedigno tersangka kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Keduanya diduga menerima suap dari Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo yang juga pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA). Soetikno juga dijerat sebagai tersangka dalam kasus ini.

Soetikno diduga memberi Rp5,79 miliar kepada Emirsyah untuk pembayaran rumah di Pondok Indah, USD 680 ribu dan EUR 1,02 juta yang dikirim ke rekening perusahaan milik Emirsyah di Singapura, dan SGD 1,2 juta untuk pelunasan apartemen milik Emirsyah di Singapura.

Sedangkan untuk Hadinoto, Soetikno memberi USD 2,3 juta dan EUR 477 ribu yang dikirim ke rekening Hadinoto di Singapura. Selain dijerat tersangka suap, Emirsyah Satar dan Soetikno Soedardjo dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Tak Cuma Emirsyah Satar, Pejabat Garuda Lain Diduga Ikut Kecipratan Aliran Suap
KPK Kembali Periksa Emirsyah Satar
Eks Dirut Garuda Indonesia dan Penyuapnya Segera Jalani Disidang
KPK Segera Tuntaskan Kasus Suap Garuda Indonesia
Kasus Mesin Pesawat Garuda, Politikus PAN Chandra Tirta Dipanggil KPK
Tersangka Suap Emirsyah Satar Kembali Jalani Pemeriksaan KPK
Eks Dirut Garuda Indonesia Kembali Diperiksa KPK

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.