KPK Sita 3 Unit Kendaraan Hingga Uang Saat Penangkapan Nurhadi

KPK Sita 3 Unit Kendaraan Hingga Uang Saat Penangkapan Nurhadi
PERISTIWA | 3 Juni 2020 16:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut membawa barang-barang yang disinyalir berkaitan dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) saat menangkap mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono.

"Saat penangkapan turut pula dibawa tiga unit kendaraan, sejumlah uang dan dokumen serta barang bukti elektronik," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (3/6).

Dia menyebut, barang-barang tersebut kini sudah disita oleh tim penyidik. Selanjutnya, tim penyidik akan menganalisa apakah barang-barang tersebut terkait dengan perkara dan bisa menjadi barang bukti atau tidak.

"Proses berikutnya penyidik akan menganalisa keterkaitan barang-barang tersebut dengan para tersangka, untuk kemudian dilakukan langkah hukum berikutnya," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim penindakan menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono di sebuah rumah mewah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

Tak ada perlawanan berat yang diterima tim penindakan dari Nurhadi dan Rezky. Tim hanya kesulitan untuk masuk ke dalam rumah tersebut lantaran pintunya digembok.

Tim awalnya berusaha masuk secara baik-baik, dengan mengetuk pagar dan pintu rumah, namun tak ada itikad baik dari Nurhadi. Tim kemudian memutuskan untuk membobol pagar dan pintu rumah dengan disaksikan ketua RW setempat.

Nurhadi dan Rezky pun digelandang tim ke lembaga antirasuah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tim juga sempat membawa istri Nurhadi, Tin Zuraida untuk dimintai keterangan secara paksa. Sebab, Tin kerap mangkir dalam panggilan pemeriksaan.

Dikabarkan, dalam proses penangkapan terhadap Nurhadi tak diketahui keempat pimpinan KPK lainnya, yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, dan Nurul Ghufron. Yang memerintahkan tim untuk menangkap Nurhadi hanya Nawawi Pomolango.

Nurhadi dan Rezky dijerat sebagai tersangka suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA. Nurhadi melalui Rezky diduga menerima Rp46 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT. MIT) Hiendra Soenjoto. Hiendra hingga kini masih buron.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Diduga Tak Mengetahui Penangkapan Nurhadi, Ini Kata Ketua KPK Firli Bahuri
Dalami Kasus Suap dan Gratifikasi Rp46 M di MA, KPK Periksa 2 Saksi
Menko Polhukam Soal Nurhadi Tertangkap: Ini Bukti KPK Kerja Serius
KPK Tak Tutup Kemungkinan Jerat Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang
Nurhadi Ditangkap, PBHI Minta KY dan Bawas MA Kawal Kasus Hingga Tuntas
Pelarian Nurhadi Berakhir di Tangan Novel Baswedan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5