KPK Soal Pidato Jokowi Tak Singgung Korupsi: Lebih Baik Tak Disebut Tapi Dilaksanakan

PERISTIWA | 21 Oktober 2019 13:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Joko Widodo alias Jokowi tak menyinggung isu pemberantasan tindak pidana korupsi dalam pidato perdananya sebagai Presiden RI 2019-2024. Beberapa pihak berpandangan bahwa isu pemberantasan korupsi sudah tak lagi jadi fokus Jokowi.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memiliki pandangan tersendiri meski Jokowi tak menyinggung pekerjaan lembaganya. Menurut dia, pidato Jokowi itu jangan diartikan pesimis dalam memberantas korupsi.

"Lebih baik tidak disebut tapi dilaksanakan, dari pada disebut-sebut tapi tidak dilaksanakan. Jangan skeptical dulu atas pidato itu," ujar Saut saat dikonfirmasi, Senin (21/10).

Saut mengatakan, dalam pidatonya, Jokowi secara garis besar menyinggung pemberantasan korupsi. Menurutnya, dalam pidato Jokowi menyinggung mimpi NKRI tahun 2045. Tanpa isu pemberantasan korupsi, mimpi itu tak mungkin terwujud.

"Dalam pidato ada di singgung mimpi NKRI tahun 2045, jadi secara eksplisit atau implisit pasti 'includ' di dalamnya pemberantasan korupsi, sebab mimpi Anda tahun 2045 akan sulit tercapai kalau perilaku korup masih terus berlanjut," kata Saut.

Menurut Saut, dengan teori apa pun mimpi Jokowi tersebut tak akan terlaksana jika korupsi masih merajalela. Saut mengatakan, mimpi 2045 sudah pasti di dalamnya ada harapan pemberantasan korupsi.

"Jadi saya anggap Jokowi bicara mimpi 2045 itu di dalamnya negara minim korup," kata dia.

Saut menyebut, pernyataannya ini tidak secara kelembagaan di KPK. Menurut Saut, jika pemberantasan korupsi tak menjadi isu, maka mimpi kesejahteraan Indonesia pada 2045 akan bergeser menjadi mimpi tahun 2500.

"Jadi praktis pemberantasan korupsi ikut didalamnya (pidato Jokowi), kalau tidak yang mimpi 2045 bisa geser ke 2500 misalnya," kata Saut.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
Usut 14 Proyek Fiktif, KPK Panggil 3 Karyawan Waskita Karya
Amnesti Internasional Sebut Pelemahan KPK Kali Ini Sulit Dibendung
KPK Harap Polri Segera Temukan Pelaku dan Dalang Kasus Penyiraman Novel
Soal Praperadilan Imam Nahrawi, KPK Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur
Pamer Diberi Kacamata, Mulan Jameela Diminta KPK Pahami Aturan Anggota DPR
KPK Harap Segera Terima Dokumen UU Baru Demi Kepastian Hukum
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan

(mdk/gil)