KPK Tahan 3 Anggota DPRD Jambi Terkait Suap Ketuk Palu

PERISTIWA | 18 Juli 2019 19:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tiga anggota DPRD Jambi terkait kasus suap ketuk palu RAPBD Provinsi Jambi. Mereka adalah Muhammadiyah, Elhelwi, dan Zainal Abidin. Ketiganya ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Selain ketiga legislator Jambi, penyidik juga menahan tersangka dari pihak swasta yaitu Direktur Utama PT Sumber Swarnanusa, Joe Fandy Yoesman. Keempatnya ditahan untuk 20 hari ke depan.

"Hari ini KPK melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap 4 orang tersangka dalam kasus Suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (18/7).

Keempat tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) berbeda. Muhammadiyah dan Joefandy ditahan di Rutan Cabang KPK di K-4, sedangkan Zainal Abidin dan Elhelwi) ditahan di Rutan Pomdam Guntur.

KPK menetapkan 13 tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan pengembangan fakta persidangan dari kasus yang menjerat Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola.

13 tersangka tersebut berasal dari berbagai unsur mulai dari, tiga Pimpinan Ketua DPRD Jambi, lima Pimpinan Fraksi, satu Ketua Komisi, tiga anggota DPRD Jambi, dan satu pihak swasta.

Tiga Pimpinan DPRD Jambi antara lain Ketua DPRD Cornelis Buton serta dua Wakil Ketua DPRD bernama AR. Syahbandar dan Chumaidi Zaidi. Selain itu, Ketua Fraksi Golkar Sufardi Nurzain, Ketua Fraksi Restorasi Nurani Cekman, dan Ketua Fraksi PKB Tadjudin Hasan.

Kemudian, Ketua Fraksi PPP Parlagutan Nasution, Ketua Fraksi Gerindra Muhammadiyah, dan Ketua Komisi III Zainal Abidin. Tiga orang anggota DPRD Jambi bernama Elhelwi, Gusrizal, serta Effendi Hatta. KPK juga menetapkan seorang pihak swasta bernama Jeo Fandy Yoesman alias Asiang sebagai tersangka.

Asiang diduga memberikan uang sebesar Rp5 miliar kepada mantan Plt Kepala Dinas PUPR Jambi Arfan. Uang tersebut diduga diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRD Jambi terkait pengesahan RAPBD TA 2018.

Zumi Zola sendiri divonis enam tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Hak politik Zumi juga dicabut selama lima tahun.

Zumi terbukti memberikan suap kepada 53 anggota DPRD Provinsi Jambi senilai total Rp16,5 miliar. Uang tersebut diberikan agar pimpinan dan anggota DPRD Jambi menyetujui Raperda APBD TA 2017-2018.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Terjerat Suap APBD Jambi, Asiang Tutupi Wajah Saat Ditahan KPK
KPK Periksa 14 Anggota DPRD Jambi Terkait Suap Ketuk Palu
Aktivis Serikat Nurani Rakyat Jambi Gelar Aksi Tutup Mulut di KPK
KPK Cegah 12 Legislator Jambi ke Luar Negeri Terkiat Kasus Dugaan Suap
Belajar Dari Kasus Zumi Zola, Mendagri Ingatkan Gubernur Jambi Hati-Hati Bahas APBD
Suap Ketuk Palu APBD Jambi, KPK Periksa 3 anggota DPRD dan 4 Orang Swasta

(mdk/fik)

TOPIK TERKAIT