KPK tahan Bupati Empat Lawang dan istri usai diperiksa

PERISTIWA | 6 Juli 2015 20:58 Reporter : Juven Martua Sitompul

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi malam hari ini menahan Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri, dan istrinya, Suzana Budi Antoni. Hal itu dilakukan usai keduanya menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan suap sengketa Pilkada Kabupaten Empat Lawang di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2013.

Budi dan Suzana diperiksa kurang lebih delapan jam. Usai dicecar penyidik, keduanya langsung turun dan mengenakan rompi tahanan KPK, lantas digiring ke mobil tahanan. Tetapi, keduanya bungkam saat ditanyai awak media ketika keluar dari gedung lembaga antirasuah itu.

Menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Budi dan Suzana ditahan di tempat berbeda. Budi dijebloskan ke Rutan KPK cabang Pomdam Jaya, Guntur. Sedangkan, istrinya, Suzana, ditahan di Rutan KPK.

"Masing-masing ditahan untuk 20 hari ke depan," kata Priharsa di gedung KPK, Jakarta, Senin (6/7).

Budi dan Suzana disangka memberikan uang suap kepada Akil guna menggagalkan kemenangan pasangan Joncik Muhammad dan Ali Halimi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang pada 2013. Budi ditengarai memberikan duit sogok sebesar Rp 10 miliar dan USD 500 ribu buat Akil. Fulus itu ditransfer melalui rekening perusahaan CV Ratu Samagat milik istri Akil, Ratu Rita.

Atas perbuatannya, pasangan suami istri ini disangkakan Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Mereka menjadi tersangka dalam kasus memberikan keterangan tidak benar atau palsu dalam persidangan Akil Mochtar. Keduanya dijerat Pasal 22 juncto Pasal 35 ayat 1 Undang-Undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang 20 tahun 2001.

(mdk/ary)