KPK Tak Masalah BST Dipotong untuk Warga yang Tak Dapat Asal Tepat Sasaran

KPK Tak Masalah BST Dipotong untuk Warga yang Tak Dapat Asal Tepat Sasaran
Gedung KPK. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko
PERISTIWA | 20 Mei 2020 19:57 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antarkomisi dan Instansi KPK Sujanarko memberikan penjelasan terkait praktik pemotongan bantuan sosial tunai (BST) untuk kemudian dibagikan dengan warga yang tidak mendapatkan bantuan. Misalnya penerima manfaat seharusnya mendapatkan Rp600.000. Hanya saja dari dana tersebut diambil Rp 200.000 untuk diberikan kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan.

Dia mengatakan, praktik semacam itu tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sebab jumlah bantuan yang datang tidak sesuai dengan jumlah penerima manfaat di lapangan.

"Bahkan sekarang menjadi masalah serius di sekitar Jakarta. Banyak Kepala Desa, RT/RW tidak bisa menerima bantuan, enggak mau bahkan karena diprotes oleh masyarakat. Jadi yang dijanjikan misalnya 1.000 orang yang diterima ada 600 orang," jelas dia, dalam diskusi daring, Rabu (20/5).

"Kemarin kalau tidak salah di Depok itu modusnya sama supaya semuanya bahagia yang menerima dipotong terus dibagikan ke yang lain," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Merujuk Perppu 1/2020...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami