KPK Telisik Transaksi Pembelian Kebun Kelapa Sawit Dalam Kasus Nurhadi

KPK Telisik Transaksi Pembelian Kebun Kelapa Sawit Dalam Kasus Nurhadi
PERISTIWA | 13 Juli 2020 21:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi, Ari Wibowo dan Benson dalam kasus dugaan suap dan penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menjerat mantan Sekretaris MA Nurhadi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik memeriksa keduanya untuk mendalami dugaan transaksi pembelian kebun kelapa sawit.

"Keduanya diperiksa terkait dengan dugaan transaksi pembelian lahan kebun kelapa sawit," ujar Ali dalam keterangannya, Senin (13/7).

Selain Ari Wibowo dan Benson, tim penyidik juga memeriksa Amrul Khair Rusin sebagai saksi. Terhadap Amrul, tim penyidik mendalami pengajuan gugatan yang pernah dilayangkan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto (HSO).

"Amrul Khair Rusin diperiksa sebagai saksi untuk NHD. Penyidik mengkonfirmasi terkait dengan adanya dugaan pengajuan gugatan oleh HSO dan nantinya penyelesaian gugatan tersebut di bantu oleh NHD," kata Ali.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Sekretaris MA Nurhadi, Riezky Herbiono yang merupakan menantu Nurhadi, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT. MIT) Hiendra Soenjoto.

Hiendra dijerat sebagai pihak yang menyuap Nurhadi. Hiendra melalui Rezky Herbiono diduga memberi suap dan gratifikasi dengan nilai total mencapai Rp46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Diketahui Rezky diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

Ketiganya diketahui sempat menjadi buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selama kurang lebih empat bulan menghilang, Nurhadi dan Rezky akhirnya ditangkap tim penindakan KPK di sebuah rumah mewah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

Tak ada perlawanan berat yang diterima tim penindakan dari Nurhadi dan Rezky. Tim hanya kesulitan untuk masuk ke dalam rumah tersebut lantaran pintunya digembok.

Tim awalnya berusaha masuk secara baik-baik, dengan mengetuk pagar dan pintu rumah, namun tak ada itikad baik dari Nurhadi. Tim kemudian memutuskan untuk membobol pagar dan pintu rumah dengan disaksikan ketua RW setempat.

Nurhadi dan Rezky pun digelandang tim ke lembaga antirasuah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara Hiendra hingga kini masih menjadi buronan.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
KPK Kembali Periksa Saksi Dalami Penyamaran Aset Nurhadi
KPK Periksa Sopir dan Sekuriti Nurhadi
KPK Periksa Enam Orang Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi Nurhadi
KPK Telisik Penyewaan Tempat Tinggal Nurhadi Selama Buron
Dalami Kasus Nurhadi, Penyidik KPK Periksa 3 Orang
Dalami Kasus Nurhadi, KPK Periksa Direktur Keuangan PT MIT dan Sekuriti

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami