KPK Terus Usut Dugaan Korupsi Meski 2 Penyelidiknya Dianiaya

PERISTIWA | 4 Februari 2019 15:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan terus menelisik dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) meski dua penyelidiknya dianiaya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

"Indikasi tipikor ini kami pastikan akan terus diproses lebih lanjut," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/2).

Dua penyelidik KPK dianiaya sekelompok orang saat tengah menyelidiki laporan dari masyarakat akan adanya tindak pidana korupsi di hotel tersebut. Saat kejadian, di hotel tersebut sedang terselenggara rapat antara Pemprov Papua dengan DPRD Papua terkait RAPBD Papua.

Saat disinggung apakah saat itu akan terjadi tindak pidana suap dari Pemprov Papua kepada DPRD Papua, Febri tak mau membeberkan lebih jauh.

"Saya tidak bisa konfirmasi, tapi yang pasti kami dapatkan info dari masyarakat ada indikasi tipikor, sehingga KPK wajib untuk melakukan kroscek lapangan agar data yang kami terima itu validitasnya kuat," kata Febri.

Atas kejadian ini KPK telah melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya. KPK meminta agar polisi bisa segera menangkap pelaku.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Dua Pegawai Dianiaya, KPK Tegaskan 'Alasan Apapun, Tidak Boleh Main Hakim Sendiri'
Aksi Unjuk Rasa Tuntut KPK Jerat Mafia Hukum
Pegawai Dianiaya, Pimpinan KPK Desak Polri Usut Tuntas dan Tetapkan Tersangka
Kronologi Penganiayaan Pegawai KPK Diduga Karena Foto Gubernur Papua Tanpa Izin
Polisi Sebut Pegawai KPK Korban Penganiayaan Satu Penyelidik
Wadah Pegawai KPK Kecam Penganiayaan Pegawai, Desak Polisi Tangkap Pelaku

(mdk/did)