KPU Evaluasi Debat Ketiga: Ada Koreksi, Tapi Secara Total Baik

PERISTIWA | 19 Maret 2019 20:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) merampungkan rapat evaluasi debat ketiga calon wakil presiden. Beberapa catatan dan masukan akan menjadi bahan koreksi untuk debat keempat dan kelima.

"Debat ketiga itu bisa menjadi acuan untuk penyelenggaraan debat keempat maupun kelima. Sisi alokasi waktu bagi kandidat itu cukup leluasa sehingga moderator tidak terlalu banyak memotong," kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid, usai rapat di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/3).

Secara teknis, KPU menilai debat ketiga lebih sempurna dibanding dua debat sebelumnya. Khususnya, adanya lagu-lagu pada sesi jeda membuat kondusifitas suasana terjaga, tanpa adanya adu yel-yel yang berpotensi provokasi.

"Jeda iklan lebih tertib karena langsung diisi diseling lagu yang ada penyanyinya. Sehingga pendukung itu tidak punya waktu untuk mengeluarkan yel, berteriak. Itu catatan penting," jelas dia.

Secara menyeluruh, lanjut Pramono, debat keempat dan kelima dipastikan akan mengikuti format debat ketiga. Hanya saja, masukan terkait jumlah undangan masih menjadi pembahasan. Khususnya, urgensi mengundang menteri sebagai tamu yang dinilai bertendensi condong ke kubu calon petahana.

"Konteks menteri itu dalam posisi dikhawatirkan akan ada konflik kepentingan, jadi KPU untuk debat keempat nanti akan lebih mengutamakan mengundang mungkin perguruan tinggi atau kelompok masyarakat yang memang punya kaitan dengan acara (tema) debat itu," beber Pramono.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Wacana Sandiaga Integrasikan e-KTP, Wapres JK Sebut 'Ide Awal Memang Seperti Itu'
Taufik Gerindra: Ma'ruf Tak Punya Gagasan, Cuma 'Kampanyekan' Jokowi-JK
KPU Gelar Rapat Evaluasi Debat ke-3
Sandiaga Berencana Hapus UN, Wapres JK Nilai Berbahaya
Wacana Integrasi e-KTP, Prabowo-Sandi Dinilai Minim Program Saingi 3 Kartu Jokowi
KPAI Tanggapi Sandiaga: Konsep UN Sekarang Sudah Berubah dari Sebelumnya
Pembelaan BPJS Disebut Sandi Tak Layani Bu Lis, Pengidap Kanker Payudara

(mdk/lia)