KPU Persilakan BPN Lapor Bawaslu Soal Dugaan Kecurangan Dalam Pemilu

PERISTIWA | 21 April 2019 22:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim sudah menemukan 1.261 kasus pelanggaran Pemilu 2019. Selama proses pemilu ini, berbagai bentuk dugaan kecurangan terjadi. Mulai dari kertas suara tercoblos untuk salah satu paslon di Malaysia, hingga proses pemungutan suara yang dilakukan oknum petugas KPPS.

BPN mendorong penyelenggara pemilu menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan pemilu 2019 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Pembiaran terhadap dugaan kecurangan dinilai bisa mempengaruhi kualitas pemilu.

Menanggapi itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersilakan BPN Prabowo-Sandiaga melaporkan temuan mereka kepada Bawaslu.

"Kami persilakan apabila ada temuan-temuan terkait pelanggaran pemilu, dipersilakan dilaporkan ke Bawaslu," ucap komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi, Minggu (21/4).

Wahyu memastikan proses penghitungan suara real count yang saat ini masih berlangsung selalu transparan. Dia kembali mempersilakan siapa saja mengawasi dan mengoreksi KPU.

"Ya tentu saja KPU transparan, terbuka terhadap partisipasi warga," ucapnya

Apabila terjadi dugaan pelanggaran pemilu, Wahyu menyebut hal itu wewenang Bawaslu. KPU akan berkoordinasi dengan Bawaslu jika ternyata ditemukan pelanggaran.

"Nanti Bawaslu tentu akan berkoordinasi dengan KPU untuk menyelesaikan hal tersebut. Nanti laporan-laporan itu akan dikaji Bawaslu," ucap Wahyu.

Reporter: Delvira Hutabarat

Baca juga:
Warga Bekasi Masih Antusias Ikut Pemilu Susulan
Pemkot Bekasi Akan Beri Penghargaan Dua Ketua KPPS Meninggal Usai Bertugas
Beban Berat Petugas KPPS, Pilpres dan Pileg Diusulkan Dipisah Lagi
Bupati Mandailing Natal Mengundurkan Diri, Diduga Gara-Gara Hasil Pemilu Mengecewakan
Pasca Pemilu, Investasi Dipercaya Bakal Mengalir Deras ke Indonesia
Rekapitulasi di Jeddah: Prabowo Kuasai 70,2 Persen, Gerindra dan PKS Berjaya

(mdk/noe)