KPU Ragukan Keterangan Saksi Prabowo Terkait Tumpukan Amplop Cokelat

PERISTIWA | 20 Juni 2019 21:39 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Komisioner KPU Hasyim Asy'ari meragukan kesaksian Betty Kristianti, saksi yang dihadirkan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga dalam sidang ketiga Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) kemarin. Kesaksian itu terkait tumpukan amplop cokelat.

Menurut Hasyim, amplop coklat yang dibawa Betty tidak memenuhi standar KPU.

"Kalau memang betul itu punya KPU dan kemudian di amplopnya ada kolom tentang berapa lembar, ternyata kosong artinya tidak ada keterangan berapa lembar, artinya amplop ini amplop yang belum digunakan jadi sampulnya surat suara sah, tidak sah atau tidak terpakai. Kemudian mejelis minta untuk membandingkan," jelas Hasyim usai sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6).

KPU tidak percaya dengan kualitas saksi yang dihadirkan kubu 02. Kata Hasyim, tidak mengakui tempat tinggal aslinya. Belum lagi, Betty selalu menyampaikan keterangan berubah-ubah. Hal itu pula menjadi alasan KPU tidak percaya kualitas saksi BPN.

"Karena kami terus terang saja tidak percaya dengan kualitas saksi kemarin. Karena ada dua hal, dia ngomong ngakunya tinggal di Kecamatan Teras. Tetapi kita cek KTP-nya bukan orang situ, orang Semarang," kata Hasyim.

Dalam sidang di Mahkamah Konstitusi, Rabu (19/6), Betty membawa amplop coklat. Kata dia ada berkarung-karung amplop coklat yang dibuang. Namun, dia tak menjelaskan terkait amplop tersebut.

KPU pada sidang mendengarkan keterangan hari ini, pihak termohon membawa amplop resmi sebagai pembanding.

Baca juga:
Di Sidang MK, Ketua KPU Banggakan Situng yang Pertama di Dunia
Ini Keterangan Tertulis Ahli KPU soal Kedudukan Anak BUMN
Alasan BW dan Denny Indrayana Tidak Hadir Sidang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Kasad Tegaskan Tak Ada Permintaan Tim Prabowo Soal Prajurit Jadi Saksi di MK
Mahfud MD Nilai Saksi Prabowo di Sidang MK Belum Buktikan Dalil Gugatan
KPU Tunjukan Amplop ke Tim Kuasa Hukum 02

(mdk/eko)