Kreativitas Pemuda Srampon, Gelar Nonton Layar Tancep di Desa

PERISTIWA » BANYUWANGI | 12 Agustus 2019 12:15 Reporter : Ulil Albab

Merdeka.com - Pemuda Dusun Srampon, Desa Segobang, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi punya cara kreatif untuk menunjukkan potensi desanya. Mereka menggelar nonton film layar tancap yang mengingatkan masyarakat di era 1990-an bekerja sama dengan komunitas Sanggar Cinema.

Pemutaran film berjudul Mars, de Jaripah dan Dokumenter Dusun Srampon digelar di areal persawahan, Minggu malam (12/8). Kegiatan tersebut membuat pemuda Srampon berkumpul, bergotong royong dan berhasil mengumpulkan ratusan masyarakat di desanya duduk di satu tempat bersama dan bisa tertawa bersama.

Nonton Layar Tancep di Desa Srampon Banyuwangi ©2019 Merdeka.com

"Harapan saya para pemuda karang taruna Lare Srampon Bersatu dan masyarakatnya dapat selalu guyub demi membangun dusun ini supaya dapat menunjukkan potensi yang ada," ujar Ketua Karang Taruna Dusun Srampon, Zeki Imam Mulyadi.

Sebelum pemutaran film dimulai, ada hiburan pentas seni dari pengamen lokal PJR, dengan musik akustik, membuat warga mulai berdatangan. Tak lama kemudian pemutaran film pertama di mulai. Film Mars di produksi Tiga Koma Lima Film yang bergenre komedi ini mampu membawa suasana masyarakat Srampon menjadi tertawa lepas karena adanya adegan study tour siswa SD pergi ke planet mars.

Setelah film mars selesai, dilanjutkan hiburan tari gandrung dari penduduk lokal dan berlanjut menonton film de Jaripah produksi Osing Production dan Film Dokumenter Dusun Srampon. Akhir penampilan diakhiri tari Barong Sekar Gondo Arum milik warga lokal.

Nonton Layar Tancep di Desa Srampon Banyuwangi ©2019 Merdeka.com

"Antusias masyarakat sangat luar biasa, karena sangat jarang event seperti ini dilakukan di dusun Srampon ini," ujar Kepala Dusun Srampon, Siti Layinah.

Dia berharap kegiatan tersebut bisa membangkitkan generasi muda untuk kreatif seperti teman-teman yang ada di kota.

Dusun Srampon sendiri memiliki banyak potensi yang belum banyak diketahui masyarakat luar. Mulai dari penghasil gula aren, pengrajin dari bahan bambu, ukiran dari kayu, souvenir, kesenian barong, kuntulan, akustik, dan juga kekayaan alam yang masih asri.

"Kami juga punya makanan khas 'degan anget' yang hanya di temui di dusun Srampon," ujarnya.

Nonton Layar Tancep di Desa Srampon Banyuwangi ©2019 Merdeka.com

Sementara itu, Ketua Komunitas Sanggar Cinema, Samer yang mendukung berlangsungnya acara nonton film di desa. Samen menambahkan, komunitasnya bergerak untuk memberikan inspirasi masyarakat yang tinggal jauh dari perkotaan.

"Harapan saya Sanggar Cinema dapat memberi inspirasi bagi generasi muda yang ada di daerah-daerah yang masih belum kita jamah, dengan tujuan memberikan tontonan yang menginspirasi. Walaupun jauh dari perkotaan, jangan sampai putus asa untuk tetap menghasilkan karya," ujarnya.

Kegiatan nonton film yang digelar Pemuda Dusun Srampon, merupakan rangkaian awal dari gowes keliling Desa Srampon, pasar rakyat dan pentas seni hingga upacara kemerdekaan di desa. Rangkaian acara tersebut berlangsung mulai Agustus hingga September 2019.

(mdk/hhw)