Krisis Air Bersih, Warga Lereng Merapi Boyolali Tak Mandi 3 Hari

PERISTIWA | 14 Agustus 2019 20:16 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Puluhan warga lereng Gunung Merapi, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/8) antre untuk mendapatkan bantuan air bersih.

Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Boyolali, menyebabkan krisis air bersih. Setiap hari warga membutuhkan air untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan minuman ternak sapi.

"Ini sudah 3 hari tidak mandi mas. Sudah 3 bulan ini kekeringan, kita sampai harus beli air. Harganya Rp 150 ribu per tower (tandon air)," ujar Rati (62) warga setempat.

Menurut Sukiyem (45), sudah 3 bulan ini warga kesulitan mendapatkan air bersih. Selama ini pasokan air bersih di sumur-sumur juga sudah kering, sehingga warga hanya bisa mengandalkan sumber air yang sangat terbatas.

Warga mengaku sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Sebenarnya ada satu mata air, tetapi sudah hampir kering. Jadi tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelas Sukiyem.

Kebahagiaan nampak dari puluhan warga setelah datang bantuan tangki air dari politisi yang juga anggota DPR RI PDIP Aria Bima. 5.000 liter air bersih tersebut habis dalam waktu 30 menit. Dengan jeriken dan ember warga mengisi jatah air untuk dibawa pulang.

"Kami memang rutin memberikan bantuan air bersih ke daerah rawan kekeringan. Salah satunya yang ada di wilayah Selo ini. Kemarin juga ke Klaten dan juga Sukoharjo. Droping ini sudah kami lakukan sejak dua bulan lalu. Silakan warga yang kekurangan air bersih untuk melaporkan, kami akan bantu," imbuh Aria Bima.

Baca juga:
Dilanda Kekeringan, 29 Desa di Banyumas Krisis Air Bersih
Dilanda Kemarau, Debit Kanal Banjir Timur Surut
Mentan Pastikan Indonesia Siap Hadapi Musim Kemarau Panjang, Inilah Alasannya
Reruntuhan Kuil Muncul di Dasar Bendungan Thailand
Bertambah Luas, Kekeringan Melanda 20 Kabupaten/Kota di Jabar
Kekeringan, Kondisi Muka Air Cisadane Kritis Tangerang Terancam Krisis Air
Musim Kemarau Menguntungkan Petani Karena Harga Gabah Naik

(mdk/fik)

TOPIK TERKAIT