Kronologi 4 Napi Abepura Kabur Manfaatkan Rusuh Papua

PERISTIWA | 30 Agustus 2019 13:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kabag humas dan protokol Direktorat Jendral Pemasyarakatan, Ade Kusmato mengatakan, ada empat narapidana di Lapas Abepura memanfaatkan situasi kerusuhan yang terjadi Kamis (29/8/4). Mereka melarikan diri, hingga kini tim masih melakukan pencarian.

Ade menjelaskan, awalnya sekelompok narapidana melempari batu ke arah perkantoran Lapas.

"Diketahui ada pergerakan massa ke arah Lapas Abepura. Kalapas pun berdialog dengan narapidana, Kalapas meminta kepada seluruh narapidana untuk masuk ke dalam blok, tetapi narapidana tidak mau dengan alasan ingin menonton televisi untuk mengetahui kondisi di luar. Tiba-tiba saja keributan pecah," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (30/8).

Ade menjelaskan, pihak Lapas berusaha menenangkan Narapidana sembari menunggu kedatangan TNI-Polri. Ternyata, ada sekelompok Narapidana yang malah menyerang petugas Lapas.

"Kalapas memerintahkan petugas menyelamatkan diri membawa senjata yang dipegang," ucap dia.

Ade menyebut, empat Narapidana mengambil kesempatan itu untuk kabur. Akibat insiden ini, satu orang petugas mengalami patah tulang. Selain itu, ruang bengkel kerja terbakar. Saat ini Lapas dalam kondisi aman dan kondusif.

"Sejatinya penghuni Lapas 693 orang narapidana. Kini 689 orang narapidana," tutup dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Menkum HAM: Dapur Lapas Abepura Dibakar, Empat Tahanan Melarikan Diri
Kepala BSSN Minta Masyarakat Papua Tak Termakan Berita Hoaks
Tanggapi Hoaks Media Asing soal Papua, Kepala BSSN Sebut 'Bisa Dari Mana Saja'
Malam Mencekam di Jayapura
Giliran Kantor Media Biro Papua Dirusak Pendemo
TNI-Polri Kawal Demonstran Bermalam di Kantor Gubernur Papua Pulang ke Rumah
Situasi Masih Memanas, Tim Bali United Batal Terbang ke Papua

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.