Kronologi KM Nusa Kenari 02 Tenggelam di Perairan Pulau Alor

PERISTIWA | 17 Juni 2019 18:48 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Kapal Motor Nusa Kenari 02 tenggelam di perairan laut Tanjung Margeta, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Kapal tersebut ternyata tidak mengantongi izin berlayar dari syahbandar.

Kapolres Alor, AKBP Patar Silalahi, menjelaskan kronologi kapal nahas tersebut tenggelam. KM Nusa Kenari 02 bertolak dari pelabuhan laut Dulionong Kalabahi, Kabupaten Alor menuju ke pelabuhan Pureman pada Sabtu (15/6) sekitar pukul 01.00 wita. Adapun rute pelayaran yakni pelabuhan Dulionong Kalabahi-perairan kampung Kelebana - perairan kampung Landau - perairan kampung Kiraman - perairan kampung Sibera - perairan kampung Mademang - periran kampung Pitoko - perairan kampung Pureman pulang pergi.

Namun saat mulai berlayar, KM Nusa Kenari 02 tidak melapor ke kantor Syahbandar/Adpel Kalabahi, sehingga berlayar tanpa izin. Hasil pemeriksaan awal, ABK atas nama Gerson Plaituka dengan niatnya sendiri mengoperasikan kapal motor nahas tersebut.

"Sesuai hasil interogasi polisi terhadap tiga anak buah kapal masing-masing Yupiter Mokola, Loku Malaikosa dan Epenetua Plaikari, bahwa Gerson Plaituka sendiri yang mengemudikan kapal. Sementara satu anak buah kapal lainnya, Toni Terianus Plaituka tidak ikut berlayar," ujarnya.

"Bahwa kapal KM Nusa Kenari 02 adalah kapal milik Pemerintah Daerah Alor dalam hal ini Dinas Perhubungan setempat, yang diserahkan pengelolaannya kepada Kelompok nelayan Leboli, dengan ketua kelompoknya adalah Toni Terianus Plaituka termasuk Gerson Plaituka dan tiga anak buah kapal yang ikut tersebut sebagai anggotanya," kata Patar, kepada wartawan, Senin (17/6).

KM Nusa Kenari 02 adalah kapal motor jenis angkutan penumpang orang dan barang dan memiliki tonase 20 Gros Ton, dengan kapasitas mesin 6 silinder gerbok (bisa maju mundur) merek Yanmar, dan memiliki kapasitas angkut 10 ton.

Jumlah penumpang KM Nusa Kenari 02 yang berlayar dari pelabuhan Dulionong menuju ke pelabuhan Pureman 52 orang terdiri dari nahkoda/juragan, tiga oranylg ABK dan 48 orang penumpang.

Dalam pelayaran tersebut kapal juga memuat barang-barang berupa beras Bulog ukuran 10 kilogram sebanyak 800 karung, semen Tonasa ukuran 40 kilogram 100 sak, jeringan minyak ukuran 35 liter, berupa minyak tanah, bensin dan solar total 20 jerigen serta 150 lembar seng gelombang.

Di perjalanan tepatnya di perairan Kampung Lingal, kapal mengalami kerusakan pada mesin pompa air. Selanjutnya ABK dan Nahkoda memperbaiki mesin tersebut dan mesin tersebut sempat menyala.

"Tidak lama kemudian mesin pompa air tersebut mati lagi dan menyebabkan air masuk ke dalam perahu sehingga nahkoda mengambil inisiatif untuk mengemudikan kapal ke dekat daratan tanjung Margeta. pada saat kapal menepi ke dekat daratan tiba-tiba bodi kapal bagian kanan dihantam gelombang sehingga kapal miring dan mengakibatkan bagian dek atas kapal terlepas," jelasnya.

Pada saat dek atas kapal terlepas, penumpang yang berada di dalam kapal menyelamatkan diri dengan cara berenang. Sedangkan untuk dek bagian bawah, penumpang mengalami kesulitan untuk keluar karena kapal dalam posisi miring beserta kemasukan air.

Selain berlayar tanpa izin, KM Nusa Kenari 02 juga tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan seperti tabung pemadam api dan pelampung yang tidak memadai. Jumlah pelampung hanya disiapkan 10.

Saat ini, kata Patar, posisi bangkai kapal masih berada di lokasi kejadian yaitu di perairan tanjung Margeta. Sebagian korban selamat sempat dibawa dan dirawat di Puskesmas terdekat maupun RSUD Kalabahi, sementara ada yang sudah diijinkan pulang sambil menjalani rawat jalan.

Polda NTT Selidiki Tenggelamnya KM Nusa Kenari 02

Direktorat Pol Air Polda NTT segera menangani tindak pidana dalam kasus tenggelamnya kapal KM Nusa Kenari 02, di perairan Selat Margareta, Kabupaten Alor. Penyidik Dit Pol Air Polda NTT sudah meminta keterangan dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk penumpang kapal yang selamat.

"Rencana kalau ada (tindak) pidananya akan kita tarik ke Polair Polda NTT. Penyidik Dit Polair Polda NTT sudah meminta keterangan dan memeriksa sejumlah saksi termasuk penumpang kapal yang selamat," ujar Direktur Pol Air Polda NTT, Kombes Pol Dwi Suseno.

Menurutnya, pemeriksaan juga dilakukan terhadap penanggungjawab pelayaran, karena diduga kapal kelebihan muatan. Selain penumpang, kapal motor itu juga membawa sejumlah barang seperti beras, semen serta seng.

"Kita periksa instansi terkait jika kelebihan muatan," kata Dwi Suseno singkat.

Baca juga:
Hendak Selfie, 2 Pemuda Malah Tewas Usai Kapal Terbalik ke Danau
Tenggelam di Perairan Alor, Kapal Nusa Kenari Berlayar Tanpa Izin Syahbandar
KM Nusa Kenari 02 Tenggelam di Alor, 2 Penumpang Tewas dan 5 Hilang
Kapal Motor Tenggelam di Alor, Dua Meninggal Dunia dan Delapan Hilang
Perahu Angkut Wisatawan Terbalik di Pulau Lengkuas Belitung Terbalik, 1 Tewas
Jenazah Diduga ABK KM Lintas Timur Ditemukan di Perairan Banggai
Perahu di Pangandaran Terbalik , 2 Nelayan Jadi Korban

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT