Kronologi Lengkap Aksi 22 Mei, dari Damai Sampai Muncul Massa Rusuh

PERISTIWA | 22 Mei 2019 13:06 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Demo di depan Bawaslu yang menolak hasil rekapitulasi KPU pada Selasa (21/5) awalnya berjalan dengan damai dan kondusif. Namun pada Rabu (22/5) dini hari aksi 22 Mei dari sejumlah massa mulai berulah menyebabkan kerusuhan di sekitar gedung Bawaslu.

Mabes Polri mengungkap kronologi lengkap mulai awal demo yang berlangsung kondusif hingga aksi 22 Mei berjalan ricuh:

1 dari 4 halaman

Demo Berawal Kondusif

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal menjelaskan demo yang berlangsung di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat pada Selasa (21/5) siang hingga menjelang petang berjalan kondusif dan damai. Iqbal mengatakan massa yang berkumpul diberikan toleransi waktu untuk menjalankan unjuk rasa.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum batas, waktu demonstrasi di tempat terbuka hanya sampai pukul 18.00 WIB. Namun massa diberi toleransi sampai waktu berbuka dan menjalankan salat tarawih berjamaah.

"Setelah tarawih, pukul 21.00 WIB polisi memberikan imbauan untuk membubarkan diri, akhirnya massa membubarkan diri dengan damai. Kita melakukan konsolidasi untuk tetap berjaga dan menjaga obyek." kata Iqbal di Kemenkopolhukam, Rabu (22/5).

2 dari 4 halaman

Massa Baru Datang dari Luar Jakarta

Setelah massa membubarkan diri dengan damai, menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal sekitar pukul 23.00 WIB ada massa baru datang yang melakukan provokasi kemudian menjadi situasi mulai tidak kondusif. Beberapa massa berulah secara anarkis dan memprovokasi petugas. Karena situasi mulai tidak kondusif, pihak polisi mendorong massa untuk mundur.

"Kita dorong, Jalan Sabang dan Wahid Hasyim bukan kooperatif tapi menyerang petugas dan masa brutal. Kami terus mengimbau hampir 5 jam hampir dini hari," jelas Iqbal.

Dari insiden tersebut, Polda Metro Jaya mengamankan 58 orang yang diduga sebagai provokator kericuhan. "Dugaan sementara mayoritas dari luar Jakarta. Dan ada beberapa indikasi," kata Iqbal.

3 dari 4 halaman

Massa yang Rusuh Settingan

Pada pukul 03.00 WIB massa kembali berkumpul. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal mengatakan kurang lebih terdapat 200 massa yang berkumpul KS Tubun.

"Massa tersebut sudah disiapkan dan di-setting. Seperti biasa kami melakukan imbauan. Polres Metro Jakarta Barat dibantu tokoh masyarakat pemuka FPI karena di situ markas FPI. Alhamdulillah ada komunikasi," ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan massa yang berkumpul merupakan massa yang sudah disiapkan. Walau komunikasi sudah berjalan, nyatanya massa tersebut bergerak menyerang asrama Brimob di Petamburan.

"Mereka menyerang dengan batu, molotov, memang ada piket di asrama Brimob dan campur dengan polisi lain di halau dengan gas air mata. Tapi massa terus masuk ke asrama dan melakukan pengrusakan. Yang brutal lagi membakar beberapa kendaraan. Baik itu kendaraan pribadi maupun dinas. Sampai pukul 05.00 WIB massa masih di lokasi. Di situ memang ada beberapa massa yang terluka," jelas Iqbal.

4 dari 4 halaman

Mengamankan 11 Orang

Akibat kerusuhan di Asrama Brimob, Petamburan Jakarta Barat, polisi mengamankan 11 orang. Selain itu terdapat kendaraan dinas dan pribadi yang rusak akibat dari kerusuhan tersebut.

"Mobil yang rusak 11 unit kerusakan bervariasi. Dan mobil yang terbakar 14 unit. Kami mengamankan 11 orang yang didalami oleh polda Metro jaya," jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal. (mdk/has)

Baca juga:
Besok, Aktivitas di Pasar Tanah Abang Diharapkan Normal Kembali
Polisi Selidiki Kaitan 99 Orang Ditangkap dengan Perusuh Aksi 22 Mei
Warga dan Polisi Kumpulkan Peluru dari Kendaraan yang Dibakar Massa
Ambulans Berlogo Partai Membawa Batu dan Uang Disita Polda Metro Jaya
Gerindra Akui Kantor Seknas Prabowo Tampung Massa Aksi 22 Mei
Ramai Hoaks Aksi 22 Mei, AMSI Imbau Masyarakat Baca Berita dari Sumber Terpercaya