Kronologi Penangkapan Anggota DPRD Palembang Simpan 5 Kg Sabu & Puluhan Ribu Ineks

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD Palembang Simpan 5 Kg Sabu & Puluhan Ribu Ineks
PERISTIWA | 23 September 2020 15:45 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan menetapkan anggota DPRD Palembang, D, dan empat anak buahnya sebagai tersangka kasus narkoba. Barang bukti diamankan 5 kilogram sabu dan 30 ribuan butir ineks.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Jhon Turman Panjaitan, mengungkapkan terungkapnya kasus tersebut berawal dari temuan sabu di bus Pelangi di Tasikmalaya, Jawa Barat, beberapa hari lalu. Bus tersebut sempat menurunkan beberapa kg sabu ke Palembang.

"Ya, kasus ini kaitannya dengan bus Pelangi, bosnya sudah jadi tersangka," ungkap Jhon, Rabu (23/9).

Kemudian, penyidik BNN Sumsel dan BNN pusat menyelidiki jaringannya di Palembang. Hingga akhirnya meringkus kaki tangan tersangka D berinisial JK di rumahnya di kawasan Puncak Sekuning, Selasa (22/9). Petugas mengamankan barang bukti 1 kg sabu dan enam bungkus ineks berisi lebih dari 30 ribu butir.

Petugas juga mengamankan istri JK, yakni YS yang belakangan turut terlibat dalam bisnis itu. Kemudian, diamankan juga asisten rumah tangga berinisial YT dan statusnya masih saksi karena tidak mengetahui bisnis yang dijalankan majikannya.

Dari pengakuan JK dan YS, petugas mendapati dua nama lain, yakni A dan W. Petugas memancing keduanya dan berakhir penangkapan di Pasar Puncak Sekuning beberapa saat kemudian.

"A dan W ini tadinya akan menerima barang itu dari JK atas perintah D," kata dia.

Dalam waktu yang singkat, petugas melakukan penggerebekan di ruko tempat usaha laundry milik D di Jalan Riau, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Petugas meringkus Doni dan mendapati 4 kg sabu yang disimpan di lemari administrasi usaha.

"Jadi totalnya 5 kg sabu dan 30 ribuan butir ineks," ujarnya.

Dikatakannya, sabu tersebut dikirim dari Aceh oleh seorang pemasok asal Sumatera Utara berinisial U yang sudah ditangkap BNN sebelumnya. D dan jaringannya mengedarkan narkoba ke wilayah Palembang dan Sumsel, bahkan diduga ke pulau Jawa.

"D itu bandar sekaligus yang mengendalikan bisnis itu. Dia residivis tahun 2012 kasus narkoba saat masih kuliah," pungkasnya. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami