Kronologi Penculikan Berujung Pembunuhan Bangkit Maknutu

PERISTIWA » MALANG | 18 Oktober 2019 20:25 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kasus penculikan yang berujung pembunuhan Bangkit Maknutu Dunirat, warga Malang, diduga dilakukan oleh 6 orang pelaku. Berikut kronologi penculikan Bangkit sejak dari Surabaya hingga ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Kota Batu versi polisi.

Pada Selasa (15/10) lalu, Mei Nuriawati (27) warga Kel. Asrikaton, Kec. Pakis, Malang melaporkan ke polisi bahwa Bangkit Maknutu Dunirat, suaminya telah diculik oleh sekelompok orang di depan kantor dealer Suzuki United Motor Centre (UMC) Jl. A. Yani Surabaya.

Sebelum dilaporkan polisi, pada Senin (14/10) pukul 13.00 WIB, tersangka Rulin mengetahui korban berada di kantor Dealer Suzuki UMC Jl. A. Yani Surabaya. Ia lalu menghubungi suaminya Bambang.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Rulin mengajak korban untuk ngobrol, namun korban justru hendak pulang. Namun Rulin mencegahnya dan meminta security untuk mengamankan korban dengan alasan untuk penyelesaian permasalahan.

Sekitar pukul 16.30 WIB, suaminya Bambang datang bersama 3 orang temannya (tersangka Bayu, Alank, dan Imron). Kedatangan mereka pun memicu cek cok dengan korban karena ia hendak dipaksa masuk mobil Suzuki Ertiga Nomor Polisi W 1805 VB milik Bambang. Hingga akhirnya korban masuk ke mobil tersebut bersama para tersangka.

Sekitar pukul 16.40 WIB, mobil yang dikendarai Bambang menabrak dengan kendaraan Honda Brio karena korban hendak melarikan diri dengan cara melompat dari dalam mobil. Seketika itu para tersangka meneriaki korban “maling” dan akhirnya massa mengerumuni korban.

©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Korban akhirnya dibawa masuk kembali ke dalam mobil dan dibawa lagi ke kantor UMC untuk menyelesaikan kecelakaan dengan mobil Honda Brio tersebut. Usai kejadian, kemudian datang tersangka Rizaldi untuk bergabung ke dalam mobil tersangka.

Korban lalu dibawa keluar dari UMC menuju ke arah Cangar. Selama perjalanan, korban dipukul secara bergantian. Sekitar pukul 21.00 WIB, mereka tiba di Jembatan Cangar, Batu. Tersangka Bambang bersama 4 orang temannya menarik korban keluar mobil.

Pada kesempatan itu Bambang diduga sempat membenturkan kepala korban ke besi penghalang. Kemudian, dia juga mendorong korban ke besi penghalang jembatan hingga korban terjerumus ke jurang. Hingga akhirnya, korban pada keesokan harinya ditemukan telah tewas di bawah jembatan.

4 dari 6 pelaku yang diduga melakukan pembunuhan itu pun akhirnya tertangkap oleh polisi. Polisi telah mengidentifikasi pelaku pembunuhan terhadap Bangkit, yang sebelumnya dilaporkan oleh istrinya Mei Nuriawati, telah diculik oleh beberapa orang saat berada di Surabaya.

"Sudah ditangkap 4 orang, yang dua orang lainnya masih DPO (daftar pencarian orang)," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (18/10).

Ia menambahkan, keempat orang yang ditangkap itu antara lain bernama, Bambang Irawan, Rulin Rahayu Ningsih, Kresna Bayu Firmansyah, M. Rizaldy Firmansyah. Sedangkan dua orang yang dinyatakan DPO adalah Mohammad Imron Rusyadi dan Alank Resky Pradana. Untuk nama Rulin sendiri, diketahui pernah menjalin asmara dengan korban selama periode 2015 hingga 2017 lalu.

1 dari 2 halaman

Pengakuan Pasutri Pelaku Pembunuhan Maknutu

Para tersangka penculikan disertai dengan pembunuhan terhadap Bangkit Maknutu Dunirat, kini hanya bisa menyesali perbuatannya dibalik sel tahanan. Begini pengakuan mereka setelah tertangkap oleh polisi.

Bambang Irwan suami dari Rulin Rahayu Ningsih, terduga pelaku dalam kasus penculikan dan pembunuhan Bangkit, mengaku nekat melakukan perbuatan keji tersebut dikarenakan sakit hati. Dia tidak terima kalau istrinya harus menanggung cicilan mobil, tapi yang menikmati korban. Kendati demikian, dia mengaku menyesal atas perbuatannya.

"Awalnya penculikan itu untuk menakut-nakuti saja agar cepat dibayar (cicilan). Karena penghasilan saya dan istri itu bukan untuk melunasi kebutuhan dia. Saat korban melompat dari mobil itu, saya gelap mata dan ingin menghabisi dia. Saya khilaf. Menyesal," ungkap Bambang.

Sementara itu, Rulin mengaku sebelum kejadian penculikan dan pembunuhan, dia sudah melaporkan perbuatan korban ke polsek setempat. Rencananya, setelah mengetahui keberadaan korban di Surabaya, dia dan suaminya akan membawa korban ke Polsek untuk menyelesaikan masalahnya tersebut.

Namun, Rulin tidak menyangka jika suaminya sudah gelap mata hingga nekat menghabisi nyawa korban. Dia mengaku, baru mengetahui kematian korban dari polisi yang menjemputnya untuk diperiksa. "Niat saya baik-baik sebenarnya. Tapi ndak menyangka akhirnya gini," katanya.

Dari 6 pelaku 4 orang diantaranya yang tertangkap antara lain bernama Bambang Irwan (27), dan Rulin Rahayu Ningsih (32) warga Jalan Magersari, Sidoarjo. Kedua pelaku ini adalah pasangan suami istri. Sedangkan dua pelaku lain yaitu Kresna Bayu Firmansyah (22) warga Jalan Nyamplungan, Semampir, Surabaya dan Rizaldy Firmansyah (19) Jalan Dinoyo, Surabaya.

"Total pelakunya sebenarnya ada 6 orang. Yang sudah diamankan 4 pelaku, di antaranya ada pasangan suami istri dan 2 rekannya. Sedangkan yang 2 orang lainnya masih DPO," ungkap Waka Polrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata.

2 dari 2 halaman

Peran Para Pelaku Pembunuhan

Leo mengatakan, 6 tersangka itu memiliki peranan masing-masing. Mulai dari memberitahukan keberadaan korban, melakukan penganiayaan, menentukan lokasi eksekusi, merampas barang milik korban dan membagikannya secara rata.

"Ada uang Rp900 ribu milik korban yang kemudian diambil oleh pelaku dan dibagikan ke pelaku lain yang sudah membantu mengeksekusi korban. Kami menyiapkan pasal-pasal dan nanti untuk penjatuhannya tetap hakim ya," jelasnya.

Tertangkapnya para tersangka ini, lanjut Leo, berdasarkan alat bukti yang didapatkan polisi. Salah satunya, video yang merekam para pelaku memaksa korban untuk masuk ke dalam mobil. Kemudian, video saat korban lompat dari mobil dan diteriaki maling oleh pelaku.

"Video itu didapatkan dari seorang karyawan yang merekam saat korban dipaksa masuk mobil. Selain itu, juga hasil identifikasi kendaraan yang digunakan sarana kejahatan, dan hasil autopsi kedokteran," bebernya.

Sementara motif penculikan disertai pembunuhan ini, berawal dari permasalahan antara korban dengan pelaku Rulin Rahayu. Mereka dulunya pernah menjalin hubungan, namun berakhir di tahun 2017.

Hubungan itu berakhir lantaran Rulin Rahayu merasa ditipu oleh Bangkit. Saat itu, Bangkit membantu menjualkan mobil milik Rulin. Mobil tersebut terjual Rp93 juta, namun korban hanya memberikan Rp5 juta kepada pelaku.

Selain itu, korban juga pernah mengajukan kredit mobil atas nama pelaku Rulin. Kemudian, mobil itu dinikmati sendiri oleh korban, sedangkan Rulin yang harus melunasinya sebesar Rp145 juta dan kerap berurusan dengan debt collector.

"Cicilan itu berlangsung sampai pelaku RR menikah dengan suaminya BI. Tidak terima istrinya menanggung cicilan mobil itu, suami istri ini sempat mendatangi korban secara kekeluargaan di Sumenep. Tapi malah diusir oleh korban. Dari situlah mereka sakit hati," tandas Leo.

Baca juga:
Motif Pembunuhan Bangkit Maknutu Terungkap, Pelaku Kesal Merasa Ditipu Korban
4 dari 6 Penculik Bangkit Maknutu Ditangkap, Salah Satunya Mantan Pacar
Suami Nekat Tusuk Istri karena Cemburu Korban Menikah Lagi
Terlibat Cekcok, Ilham Tewas Ditikam Fauzi
Polisi Masih Dalami Motif Penculikan Disertai Pembunuhan Bangkit Maknutu

(mdk/ray)