Kronologi Penemuan Remaja Putri di Kupang yang Diduga Dibunuh dan Diperkosa

Kronologi Penemuan Remaja Putri di Kupang yang Diduga Dibunuh dan Diperkosa
Penemuan mayat di Kupang. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 26 Februari 2021 12:42 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan terhadap Marsela Bahas (18) di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Siswi kelas II SMA Negeri Kupang Barat ditemukan tak bernyawa dengan luka tusuk dan sebagian pakaian terbuka, Kamis (25/2) pagi.

Berdasarkan keterangan Ketua RT 09/RW 05, Kelurahan Oenesu, Maxen Sollu, sebelum ditemukan meninggal dunia, Marsela berpamitan kepada ibunya, Rabu (24/2) sekitar pukul 13.00 WIB. Dia mengaku disuruh ayahnya ke kebun untuk memindahkan ternak sapi milik mereka.

Namun Marsela tidak kunjung pulang ke rumah. Sekitar pukul 16.00 WIB, ayahnya pulang dan menanyakan keberadaan Marsela. Istrinya menjelaskan anak mereka pergi memindahkan ternak sapi sesuai perintah laki-laki itu.

"Bapaknya mengatakan tidak menyuruh seperti itu. Menurut ibu korban, anak mereka setelah diberlakukan sekolah online, kesehariannya mengurus ternak sapi mereka yang berjumlah dua ekor," jelas Maxen yang ditemui di rumah duka, Jumat (26/2).

Ibunya yang khawatir mulai mencari Marsela ke rumah tetangga. Namun hingga pukul 19.00 WIB, korban tak juga pulang, sehingga dia menginformasikannya kepada perangkat desa.
"Kami langsung bergerak cari keliling kampung sampai jam 11 malam, namun hasilnya tetap nihil. Kami semua yang mencari bersepakat untuk melanjutkannya Kamis (25/2) pagi," ungkap Maxen.

Sekitar pukul 09.30 WIB, saat hujan reda, Maxen didatangi Yakob Pong (50) dan Niko Okto Takene (50). Kedua warga ini mengaku menemukan sesosok jenazah di semak belukar. Jasad itu dikenali sebagai Marsela.

Temuan ini menggegerkan warga. Apalagi kondisi jenazah korban tampak tak wajar. Celana pendek warna merah yang dipakai korban melorot hingga betis. Sementara itu jaket hitam serta baju korban tersingkap hingga leher.

Maxen menjelaskan, lokasi penemuan jenazah korban sangat rapi. "Tidak ada semak yang patah. Tidak ada juga bekas injakan kaki pada rumput, padahal sejak Rabu hingga Kamis sedang hujan deras," tandasnya.

Sebelum kejadian, korban juga membawa handphone. Namun perangkat itu tidak ditemukan di lokasi. Nomor selularnya juga sudah tidak aktif saat dihubungi.

Di lokasi kejadian ditemukan juga sandal jepit milik ayahnya yang digunakan korban. Jenazah Marsela rencananya dimakamkan di pemakaman keluarga, tidak jauh dari rumah mereka, hari ini.

Kapolsek Kupang Barat Ipda Sadikin mengatakan, korban diduga diperkosa dan dibunuh, karena tubuhnya penuh luka dan bagian bawah tubuhnya terbuka.
"Ada juga luka tusuk di leher bagian kiri, lebam hitam di perut, lebam hitam di lutut kanan dan lebam hitam di lutut kiri. Dugaan sementara, korban diperkosa lalu dibunuh oleh pelaku," katanya. (mdk/yan)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami