Kronologi Penganiayaan Pegawai KPK Diduga Karena Foto Gubernur Papua Tanpa Izin

PERISTIWA | 4 Februari 2019 11:31 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Polda Metro Jaya masih mengusut dugaan penganiayaan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Penganiayaan terjadi karena ada seseorang yang diduga pegawai KPK memfoto tanpa izin aktivitas Gubernur Papua, Lukas Enembe.

"Pada saat selesai rapat, ada orang foto-foto tanpa izin. Kemudian terjadi cekcok dan terjadi penganiayaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin (4/2).

Laporan penganiayaan itu sudah diterima pada Minggu 3 Februari 2019 pukul 14.30 WIB. Saat ini, terduga pelapor masih proses penyelidikan.

"Ada laporan, langsung laksanakan penyelidikan," katanya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya buka suara perihal dugaan penganiayaan dialami dua petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/1) malam. Polisi menyebut petugas KPK dianiaya itu berjumlah seorang.

"Jadi begini perlu diklarifikasi. Tadi malam kan ada keributan di Hotel Borobudur. Terus Polisi dapat laporan kemudian datang ke sana. Karena ini ada seorang laki-laki yang keributan, dia dipukul. Dia diamankan ke Polda Metro. Jangan sampai makin gaduh. Dibawa ke Polda Metro. Setelah diinterogasi, ditanya ternyata penyelidik, bukan penyidik. Penyelidik KPK. Satu orang," kata Argo sebelumnya.

Baca juga:

Polisi Sebut Pegawai KPK Korban Penganiayaan Satu Penyelidik

2 Penyidik KPK yang Dianiaya Diketahui Buntuti dan Memfoto Gubernur Papua

Dua Pegawai KPK Dianiaya, Barang-barangnya Dirampas

KPK Diminta Tak Sepelekan Kasus Korupsi Sumber Daya Alam

Bupati Kotawaringin Timur Tersangka Korupsi, Politisi PDIP Tegaskan Sikap Megawati

KPK Tetapkan Bupati Kotawaringin Timur Tersangka Korupsi Izin Tambang Rp 5,8 Triliun

Kasus Suap, Wali Kota Nonaktif Pasuruan Setiyono Segera Disidang

(mdk/lia)