Kronologi Polisi Tembak Pelaku Pungli di Palembang

PERISTIWA | 27 Juli 2019 01:35 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Kasus penembakan yang terjadi di kawasan Macan Lindungan, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ditangani Polresta Palembang. Brigadir IP yang menembak MR, pelaku pungli, sedang diperiksa tim penyidik.

Kronologi penembakan yang menyeret Brigadir IP ini terjadi pada Senin (23/7) siang, sekitar pukul 11.30 WIB.

IP yang bertugas di Polres Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel ini, membawa truk berpelat G milik orang tuanya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah mengatakan, saat kejadian ada indikasi MR berusaha menodong Brigadir IP karena melihat pelat kendaraan polisi tersebut berasal dari luar Sumsel.

"Tapi semua masih dalam pemeriksaan, anggota melaporkan dia (Brigadir IP) sebagai korban. Karena terdesak dan terancam, ya terpaksa (ditembak)," katanya kepada Liputan6.com, Kamis (25/7).

Menurut Kapolsek Ilir Barat I Kompol Masnoni, dari keterangan saksi-saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sempat terjadi adu mulut antara MR dan polisi itu, sebelum terjadi penembakan maut.

"Saksi tidak tahu persis apa penyebabnya, karena melihat keributan itu dari kejauhan. Indikasi pungli atau tidak masih akan dipastikan dulu dengan penyelidikan," ujarnya.

Terkait lokasi penembakan tersebut, diakui Kompol Masnoni memang sering terjadi pungli dengan beragam modus.

Namun, hingga kasus penembakan ini terjadi, belum ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Ilir Barat 1 Palembang terkait aksi pungli dan pemalakan.

"Memang belum ada laporan, karena kebanyakan yang lewat tersebut adalah kendaraan dari luar daerah Sumsel," ucapnya.

Dari informasi yang dihimpun, MR diduga berpura-pura menjadi pedagang asongan untuk melancarkan aksi punglinya.

Jika aksi pemalakannya tidak berjalan mulus, pelaku pungli tidak segan merampas barang sopir hingga memecahkan kaca mobil korbannya.

Namun, pengakuan berbeda diungkapkan Dede, yang merupakan rekan korban. Dede yang melihat kejadian tersebut, membantah bahwa MR berusaha memalak polisi tersebut.

"Saya lihat MR menyeberang membawa air mineral. Dia menawarkan dagangannya ke sopir mobil yang sedang berhenti di lampu merah Macan Lindungan," katanya, saat diinterogasi di Polsek IB 1 Palembang.

Namun, dia tidak tahu persis apa penyebab adu mulut antara MR dan Brigadir IP. MR lalu mengeluarkan kata-kata kasar ke polisi tersebut.

Brigadir IP pun langsung mengeluarkan senjata api (senpi) dan menembak MR pada bagian dada kiri dari atas mobil.

"MR ditembak satu kali, tubuhnya langsung jatuh ke aspal. Bagian dadanya mengeluarkan banyak darah. Kami semua langsung membantunya," ujarnya.

Saksi mengenal MR selama ini memang berprofesi sebagai pedagang asongan, bukan pelaku pungli seperti yang dituduhkan.

Korban penembakan polisi ini diketahui tercatat sebagai warga Jalan Macan Lindungan Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang. Bahkan, korban tinggal tak jauh dari lokasi penembakan.

Penembakan ini menjadi viral di media sosial (medsos) Instagram. Usai kejadian tersebut, sopir truk yang akhirnya diketahui sebagai polisi ini sempat mendatangi Pos Lakalantas di TKP.

Brigadir IP akhirnya mendatangi SPKT Polresta Palembang dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Polisi ini melapor sebagai korban pemalakan oleh korban yang ditembaknya.

Baca juga:
Tiga Pejabat Dishub Cianjur Kena OTT Saber Pungli
Tertangkap Pungli Pengurusan Sertifikat Tanah, Lurah di Surabaya Dipecat
2 Terdakwa Kasus Pungli Dana Masjid Pascagempa Lombok Dituntut 2 Tahun Penjara
Jokowi akan Kejar dan Hajar Penghambat Investasi serta Pelaku Pungli
Pungli, 3 Pegawai BPKD Pematang Siantar Kena OTT
Muncul Petisi Dukungan untuk Guru Honorer Rumini yang Dipecat Karena Bongkar Pungli

(mdk/cob)