Kronologi Terungkapnya Guru Mengaji di Makassar Cabuli Murid

Kronologi Terungkapnya Guru Mengaji di Makassar Cabuli Murid
PERISTIWA » MAKASSAR | 8 Agustus 2020 15:03 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Mp (55), seorang guru mengaji di Makassar diduga telah melecehkan murid perempuannya. Kasus ini terungkap salah korban berinisial J (9) menceritakan pada orang tuanya dan Mp dilaporkan ke polisi

Nr (38), ibu J mengungkap, Mp awalnya seorang caddy yang bekerja di lapangan golf tidak jauh dari kediaman mereka. Kini, selain mengajarkan mengaji, dia juga bekerja sebagai pengemudi ojek online.

"Dia (lelaki Mp) awalnya caddy trus ojek online. Dia datang ke rumah orang tua saya yang kebetulan tetangga. Kalau pergi kerja, saya titip anak-anak di rumah orang tua. Saat itu dia menawari agar anak-anak mengaji di tempatnya. Jadi mulai mengaji tanggal 16 Juli," kata Nr, Sabtu (8/8).

Tetapi mulai 25 Juli, kata Nr, putrinya tidak mau mengaji lagi tanpa diketahui apa alasannya. Karena dibujuk akhirnya J pergi juga mengaji. Tapi keesokan harinya, tidak mau lagi mengaji.

Menurut Nr, sikap anaknya itu tidak biasa dan langsung berpikir pasti telah terjadi sesuatu. Akhirnya pada tanggal 29 Juli, J dibujuk untuk bercerita dan dia memeluk minta tidak dimarahi. J kemudian ceritakan Mp mencabulinya.

"Akhirnya saya ingat keanehan yang pernah saya rasakan. Suatu hari adik laki-laki Jf yang juga mengaji di rumah Mp itu merajuk karena dia tidak diberi uang oleh guru ngajinya, sementara Jf kakaknya diberi uang. Namanya anak-anak, pasti berpikir dibeda-bedakan oleh gurunya. Rupanya, Mp guru mengaji itu beri uang ke santri yang jadi korbannya," tutur Nr.

Sementara itu, Kanit PPA Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, Iptu Ismail yang juga dikonfirmasi membenarkan bahwa selain korban Jf, ada korban lainnya yang masukkan laporan.

"Iya informasi masuk ke saya kalau di kasus yang sama, ada lagi dua orang melapor. Tapi masih di bagian piket, belum masuk ke unit kami. Kita tunggu, nanti kita satukan laporan dugaan pencabulan ini," kata Iptu Ismail.

Dijelaskan, perbuatan cabul biasanya kurang meninggalkan bekas berbeda kalau ada persetubuhan. Tapi tetap akan dilakukan visum terhadap para korban.

"Kita fokus ke pendalaman dugaan pencabulan itu sementara ini. Soal bagaimana orang yang terduga pelaku, kita telah berkoordinasi dengan Polsek Biringkanayya," ujar Iptu Ismail. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami