Kru Positif Covid-19, 195 Kapal Jalani Karantina di NTT

Kru Positif Covid-19, 195 Kapal Jalani Karantina di NTT
195 Kapal Jalani Karantina di NTT. ©2021 Merdeka.com/Ananias Petrus
NEWS | 31 Juli 2021 22:33 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Selama bulan Juni hingga Juli 2021, sebanyak 43 kapal penumpang dikarantinakan dan ditunda pelayaran. Pasalnya, terdapat 195 kru kapal dinyatakan positif Covid-19.

Salah satu kru kapal meninggal dunia pasca dirawat di rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Benar, ada satu orang kru pada salah satu kapal meninggal dunia karena Covid-19. Sempat dirawat tiga hari di rumah sakit Bhayangkara Kupang," kata Kasubbag Adum KKP Kupang, Bernadinus Charlos Darma, Sabtu (31/7).

Kapten kapal berjenis kelamin laki-laki asal luar provinsi NTT yang meninggal dunia itu, langsung dimakamkan secara protokol penanganan pasien Covid-19 oleh Satgas TPU Fatukoa, Kota Kupang.

Pasien meninggal ini merupakan kapten kapal cargo yang berlayar dari luar provinsi NTT.

Bernadinus Charlos Darma mencontohkan sebuah kapal penumpang yang sandar di pelabuhan Atapupu Kabupaten Belu belum lama ini, terpaksa dikarantina. Dari 18 kru kapal, ada sembilan orang kru dinyatakan positif Covid-19.

Mereka diketahui terpapar Covid-19 setelah pihak KKP melakukan screening terhadap penumpang dan kru kapal.

Para kru kapal kemudian dibawa ke penampungan sementara di kantor KKP Atambua, Kabupaten Belu. "Bagi (kru kapal) yang tidak bergejala ditampung di kantor KKP Atambua, sementara yang bergejala dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Hingga saat ini ada tiga kapal di pelabuhan Atapupu dan dua kapal di pelabuhan Kalabahi Kabupaten Alor, yang dikarantina sementara. "Setiap dua hari kita pasti ada karantina kapal," kata Bernadinus Charlos Darma.

Selain kapal penumpang, ada pula kapal feri pelayaran Kupang-Atapupu-Kalabahi yang dikarantina karena kru kapal terpapar Covid-19.

"Ada kapal yang memuat sapi kita karantina di Wini (Kabupaten Timor Tengah Utara) karena kru kapal terpapar Covid-19," ungkap Bernadinus Charlos Darma.

Di pelabuhan Tenau, Kota Kupang ada 15 kapal yang sementara menjalani karantina dan berlabuh di dekat pulau Semau.

Di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ada 28 kapal yang dikarantina karena kru kapal juga positif Covid-19.

Pihak KKP menurunkan tim yang melibatkan berbagai unsur memeriksa sanitarian, penumpang dan seluruh kru kapal. Yang tidak mengantongi surat rapid langsung dilakukan rapid.

"Jika ada kru dan penumpang kapal positif Covid -19 maka langsung dievakuasi. Pihak kapal pun langsung menaikkan bendera kuning sebagai tanda kalau kapal (kru) itu terjangkit," tandasnya.

Sebagai langkah antisipasi maka semua kapal dari daerah terjangkit diperiksa, baik penumpang maupun kru kapalnya.

KKP juga melakukan koordinasi lintas sektor termasuk dengan satgas Covid-19. Seluruh kapal disemprot disinfektan dan kru yang positif dievakuasi.

Pihaknya juga memperbolehkan kapal melakukan bongkar muat barang, namun dengan pengawasan yang ketat.

Bagi kapal yang krunya positif akan berlabuh dengan memasang bendera kuning, sambil menunggu kru menjalani perawatan hingga benar-benar negatif Covid-19.

Namun, biasanya pihak perusahaan akan mendatangkan pengganti menangani tugas kru yang positif, tetapi kru pengganti pun harus dipastikan negatif Covid-19.

"Kita tidak izinkan kapal berlayar jika masih ada kru yang positif Covid-19," ujarnya.

Sebanyak 195 kapal yang menjalani karantina karena kru positif Covid-19 saat ini masih berlabuh di pelabuhan Tenau Kota Kupang, Waingapu Sumba Timur, Weikelo Sumba Barat Daya, Kalabahi Alor, Maumere Sikka, Labuan Bajo Manggarai Barat dan Atapupu Belu serta pelabuhan Bolok Kabupaten Kupang.

"Khusus kapal yang baru masuk dan berlabuh maka seluruh penumpang dan kru akan discreening untuk memastikan bebas Covid-19," tutupnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Pengusaha Sentil Pemerintah: Sektor Produksi Dibantu Tapi Perdagangan Ditutup
Sejak April, Rata-Rata 4 Toko Anggota Aprindo Tutup Tiap Harinya Terdampak Pandemi
Stafsus Mensesneg: Berhenti Debatkan Mana Lebih Penting, Nyawa atau Ekonomi
Kata Polisi Soal Video Rombongan Pesepeda di JLNT Antasari Saat PPKM Level 4
Stafsus Mensesneg Faldo: Tak Ada Satupun Negara Bebas dari Pandemi Sendirian
Kini, Makan di Warteg Wajib Tunjukkan Surat Vaksin, Jika Tidak Makanan Dibungkus

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami