Kuasa Hukum Novel Khawatir yang Terungkap Hanya Pelaku di Lapangan Saja

PERISTIWA | 10 Desember 2019 17:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim kuasa hukum Novel Baswedan, Haris Azhar telah mendengar Kapolri Jenderal Idham Azis melaporkan perkembangan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik KPK itu ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Haris mengaku masih akan menunggu perkembangan dari pelaporan tersebut. Hanya saja, dia memiliki kekhawatiran sendiri.

"Saya khawatir yang diumumkan pelaku-pelaku lapangan saja," ujar Haris di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).

Menurut Haris, penyerangan air keras terhadap Novel ini bukan hanya kejahatan biasa. Melainkan kejahatan yang diduga sudah direncanakan dan terstruktur. Menurut Haris, jangan hanya pelaku lapangan yang diungkap, melainkan dalang di balik aksi teror tersebut.

"Serangan terhadap Novel inikan sistematis, terkait juga dengan serangan-serangan lain, jadi harusnya dilihatnya ada kontruksi besar bukan pelaku lapangan saja," kata dia.

1 dari 1 halaman

Kapolri Lapor Presiden

Sebelumnya, Kapolri melaporkan perkembangan kasus penyiraman air keras yang menimpa Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke Presiden Joko Widodo pada Senin (9/12).

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Kapolri membeberkan sejauh mana tim berupaya mencari pelaku penyiraman air keras hingga menyebabkan mata kiri Novel Baswedan rusak.

Argo menjelaskan dalam mengungkap suatu kasus penyidik menggunakan dua metode yakni induktif dan deduktif. Pada kasus ini, metode induktif yang telah dilakukan diantaranya menyisir lokasi dan memeriksa keterangan dari 73 saksi.

"Tentunya saksi inilah yang sudah di evaluasi satu persatu keterangannya seperti apa. Dan kemudian berkaitan dengan barang bukti apa yang ditemukan di sana," ucap dia.

Argo menerangkan, penyidik juga telah menganalisa beberapa petunjuk seperti DVR CCTV. Itu pun telah dikirim ke Australia.

"Tentunya kita sudah mengirimkan DVR CCTV ke luar negeri sebagai pembanding. Hasil keterangan kepolisian Australia gambarnya agak buram tapi kita tidak hanya terpaku dari itu saja karena CCTV merupakan bukti petunjuk masih ada bukti lain seperti keterangan saksi, ahli dan bukti lain," ucap dia. (mdk/eko)

Baca juga:
Jokowi Sebut Kasus Novel Mengarah Kesimpulan, Polisi Malah Jelaskan Proses Penyidikan
Presiden Jokowi Minta Kapolri Ungkap Kasus Novel Baswedan dalam Hitungan Hari
Jokowi Sudah Panggil Kapolri, Kasus Novel Baswedan Tak Lama Lagi Terungkap
Misteri 'Orang Besar' dalam Kasus Novel Baswedan yang Tak Juga Terungkap
Ditanya Kasus Novel, Polisi Bilang 'Penyidikan Tergantung Pada Alat Bukti'
Sore Ini Jokowi Panggil Kapolri Tagih Laporan Penyelidikan Kasus Novel

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.