Kuasa Hukum Paslon Petahana Ogan Ilir Klaim MA Kabulkan Gugatan Kliennya

Kuasa Hukum Paslon Petahana Ogan Ilir Klaim MA Kabulkan Gugatan Kliennya
PERISTIWA | 27 Oktober 2020 23:39 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, nomor urut 02 Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak. Pasangan ini sebelumnya dibatalkan pencalonannya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat berdasarkan rekomendasi Bawaslu.

Hal itu diiklaim Ketua Tim Advokasi paslon Ilyas-Endang, Firli Darta. Menurut dia, kabar itu berdasarkan website resmi MA. Hanya saja, pihaknya belum menerima salinan resmi putusan.

"Ya, untuk salinan resmi belum menerima. Tetapi kalau dilihat dari website MA permohonan kami dikabulkan," ungkap Firli, Selasa (27/10).

Dikatakan, salinan putusan kemungkinan akan disampaikan hari ini kepada KPU Ogan Ilir. Selanjutnya KPU Ogan Ilir akan mengeluarkan surat keputusan penetapan baru tentang penetapan kembali paslon Ilyas-Endang sebagai peserta pilkada.

"Mungkin hari ini sudah masuk, kami menunggu SK penetapan lagi oleh KPU Ogan Ilir," ujarnya.
Menurut dia, keputusan MA bersifat final sehingga kliennya kembali bisa berkampanye seperti biasa. Dia mengakui paslon petahana tidak terpengaruh terhadap pembatalan pencalonan karena tidak melakukan tuduhan seperti yang masuk ke Bawaslu.

"Walaupun selama ini kami dilarang kampanye, kami tetap bersosialisasi. Apalagi sudah menjadi peserta lagi, kampanye kembali dimulai," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, KPU Ogan Ilir mendiskualifikasi pencalonan paslon bupati dan wakil bupati Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak pada pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020. Pasangan petahana ini dinilai melanggar peraturan salah satunya dengan melakukan mutasi pejabat sebelum cuti kampanye.

Ketua KPUD Ogan Ilir Massuryati mengungkapkan, keputusan itu diambil berdasarkan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ogan Ilir pada 4 Oktober 2020 dalam Nomor
273/BAWASLU-Prov.SS.08/PM.05.03/X/2020. Pihaknya pun menggelar rapat pleno dan memutuskan pembatalan pencalonan paslon nomor urut 02 itu, Senin (12/10).

Dari rekomendasi itu, paslon petahana dianggap melanggar Pasal 71 ayat (3) UU Nomor 10 Tahun 2016 Pilkada dan Peraturan KPU Nomor 9 Pasal 90 ayat (1) huruf F tentang mutasi pejabat. Ilyas selaku bupati petahana melakukan mutasi jabatan kurang dari enam bulan sebelum pilkada digelar. Paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak diusung lima partai politik.

Yakni PDIP, Golkar, Partai Berkarya, Partai Hanura, dan Partai Bulan Bintang, dengan jumlah kursi di legislatif sebanyak 19. Pasangan ini akan bertarung melawan paslon nomor urut 01 Panca Akbar-Ardani. Panca merupakan putra Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya. (mdk/eko)

Baca juga:
Debat Pilkada Palu: Empat Paslon Beberkan Strategi Atasi Pandemi Covid-19
Dua Cawali Surabaya Perang Klaim Unggul Hasil Survei
Bawaslu Tolak Gugatan Machfud-Mujiaman Soal Gambar Risma di APK Paslon Eri-Armuji
Kampanye Daring Menurun, Bawaslu Duga Timses Peserta Pilkada Tidak Siap
Gibran Sebut Materi Debat Sudah Jadi Makanan Sehari-Hari
Tak Ditemukan Pelanggaran, Kasus Wagub Sumut Foto dengan Bobby Nasution Dihentikan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami