Kuasa Hukum Tuding KPK Gagal OTT Gubernur Papua Lalu Geser Isu ke Penganiayaan

PERISTIWA | 11 Februari 2019 14:14 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Kuasa hukum Pemprov Papua, Stefanus Roy Rening membantah adanya penganiayaan terhadap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/2) lalu. Pihaknya mengklaim memiliki bukti-bukti foto tak adanya penganiayaan.

"Lalu ini menyangkut substansi bahwa kami datang untuk mengecek laporan ini, tentang adanya dugaan penganiayaan terhadap oknum KPK. Di mana dalam pemberitaan yang beredar di medsos katanya bahwa hidung patah dan muka robek. Ini yang kita, tadi saya serahkan foto ke dalam memperlihatkan foto bahwa tidak ada tanda-tanda penganiayaan yang dilakukan oleh Pemprov Papua," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/2).

"Inilah gambar yang diambil jam 4 pagi hari Minggu. Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik apalagi pipi robek, hidung patah," tegasnya dengan memperlihatkan print foto.

Pihaknya berharap agar KPK tak menyebar isu yang tak sesuai fakta. Dia menyatakan isu penganiayaan tersebut bentuk kegagalan KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

"Saya berharap KPK jangan menggeser isu kegagalan dia melakukan OTT terhadap gubernur Papua. Dia harus mempertanggungjawabkan ini bahwa dia melakukan OTT tapi dia gagal. Pimpinan KPK harus menjelaskan secara transparan dan terbuka perbuatan OTT yang dilakukan oleh oknum KPK," bebernya.

"Itu permintaan saya, permintaan kami, jangan sampai KPK dipakai sebagai alat politik untuk melakukan kriminalisasi kepada pejabat pejabat pemerintahan kita," katanya.

Seperti diberitakan, Gilang Wicaksono bersama rekannya melaporkan kejadian pemukulan yang dialaminya saat bertugas. Penganiayaan diduga karena mengambil foto tanpa izin saat rapat antara Pemprov Papua dengan anggota DPRD Papua di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) malam.

Beberapa pihak Pemprov Papua datang menghampiri karena tidak terima difoto. Pihak pemprov sempat menanyakan identitas mereka. Meski sudah mengetahui pegawai KPK, namun sejumlah orang tetap menganiaya hingga wajah pegawai KPK tersebut luka memar dan sobek.

Baca juga:
Aktivis Speak Berikan Dukungan untuk KPK
Sespri Gubernur Papua Minta Pemeriksaan Penganiayaan Penyidik KPK Ditunda
Sespri Gubernur Papua Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penganiayaan Pegawai KPK
Polisi Bilang Gilang Dipukul Sebelum Mengaku Pegawai KPK di Rapat APBD Papua
Polda Metro Tetapkan Tersangka Penganiayaan Penyidik KPK
Polisi Batal Periksa Saksi Terkait Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

(mdk/dan)