Kubu Prabowo Minta Audit Forensik, Hakim MK Tegaskan Situng Bukan Hasil Resmi Pilpres

PERISTIWA | 20 Juni 2019 17:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengatakan Situng KPU (Situng) dalam Pemilu 2019 bukan acuan untuk menentukan hasil akhir resmi untuk menentukan pemenang Pemilu. Situng bertujuan sebagai bentuk keterbukaan publik dari KPU selama proses perhitungan suara berjenjang.

Pernyataan Arief tersebut untuk menjawab permintaan dari tim hukum Prabowo-Sandi agar ada perintah dari MK untuk melakukan audit forensik terhadap Situng.

"Harus ingat bahwa untuk menetapkan perolehan suara yang benar bukan dari Situng. Bukan dari itu. Undang-undang jelas mengatakan begini, hasil Situng bukan hasil resmi. Hasil resmi adalah hasil penghitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang sehingga Situng tidak mempengaruhi atau tidak digunakan untuk penghitungan suara resmi," kata Arief di Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6).

Arief menyatakan, keberadaan situng agar masyarakat dapat memantau dan mengkritik atau mengoreksi apabila ada kekeliruan.

Sementara rekapitulasi atau penghitungan suara berjenjang yang dipakai untuk hasil akhir, Arief menjelaskan tetap berpatokan dengan formulir C1 yang berhologram.

"Jadi yang dipakai penghitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang dari TPS sampai tingkat nasional," ujarnya.

Dalam sidang sengketa Pilpres yang digelar hari ini, KPU hanya menghadirkan satu ahli. Rencananya besok sidang lanjutan akan digelar pukul 09.00 WIB dengan agenda pemeriksaan saksi pihak terkait.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ahli KPU: Tak Perlu Robot, Mahasiswa Semester 1 Juga Bisa Download Data Situng
Hakim MK Tegur Tim Hukum Prabowo karena Tanya Saksi Ahli KPU di Luar Konteks
Usai Berikan Keterangan di Sidang MK, Saksi Ahli KPU Minta Maaf
Mahfud MD Sebut Kesaksian Keponakannya di Sidang MK Masih Mentah
Hakim Konstitusi Berikan Penjelasan Kepada Tim Kuasa Hukum 02
Hakim MK Tanya Kemungkinan Situng KPU Disusupi

(mdk/bal)