Kue Kukis Berbahan Narkotika Jenis Baru Diproduksi di Bali, Dikirim ke Jakarta

Kue Kukis Berbahan Narkotika Jenis Baru Diproduksi di Bali, Dikirim ke Jakarta
Pelaku saat dibawa ke TKP, Rabu (6/4). ©2022 Merdeka.com/Moh. Kadafi
NEWS | 6 April 2022 15:10 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Tim dari Polresta Denpasar membongkar home industri pembuatan kukis atau kue kering dengan bahan narkotika jenis baru di Jalan Ida Bagus Oka, Gang Pasa Tempo, Desa Panjer, Denpasar Selatan. Mereka menangkap seorang pembuatnya.

Pelaku yang ditangkap bernama Emanuel Chaesar Bagaskara (24). Pria asal Yogyakarta ini merupakan residivis narkotika pada tahun 2018.

"Yang bersangkutan membuat kue kukis yang dicampur narkoba dan ini semacam home industri. Di mana, kukis itu mengandung narkotika jenis golongan satu," kata Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas di lokasi penggerebekan, Rabu (6/4).

2 dari 5 halaman

Narkotika Sintesis dari China

Sementara, narkotika yang terkandung dalam kue yakni 4en-pentyl MDA-19 dan ADB-Fubiata yang berasal dari China. Narkotika sintetis ini turunan dari jenis ganja.

Pelaku tertangkap setelah polisi berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali yang menerima informasi dari Bea Cukai Ngurah Rai mengenai paket mencurigakan dari China. 

Pada 9 Maret 2022, mereka melakukan pengawasan terhadap satu paket kiriman pos dengan penerima atas nama Wahyu Eka yang beralamat di Jalan Tunjung Sari Gg Kenanga No 5A, Padang sambian Kaja, Br Tegeh Sari, Denpasar Barat, Bali. Nama dan alamat itu itu ternyata fiktif.

Setelah dilakukan pengembangan, pemantauan pada tanggal 1 April 2022 sekira pukul 18. 45 Wita, pelaku ditangkap saat akan mengambil paketnya.

3 dari 5 halaman

Buat 100 Kue

Saat dilakukan interogasi, pelaku mengaku mempunyai kue yang mengandung narkotika yang sudah jadi dan disimpan di rumahnya. Petugas pun melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan ditemukan satu kantong plastik berisi 19 potong kue kukis yang mengandung narkotika.

Di ruang tamu juga ditemukan satu plastik klip berisi serbuk warna kuning, satu plastik klip berisi serbuk warna krem, satu buah timbangan elektrik, satu buah kompor gas, satu gelas stain les, satu buah sendok stainless, korek api gas, botol liquid vape, pipa kaca, dan handphone Iphone hitam.

"Menurut keterangan yang bersangkutan, dia disuruh oleh seseorang bernama Dimas yang masih dalam penyelidikan untuk membuat kue mengandung narkotika pada awal Maret 2022 sejumlah 100 buah. Kemudian, kue tersebut dikirim oleh pelaku 80 buah melalui JNE dan 20 untuk dikonsumsi sendiri oleh pelaku," imbuhnya.

4 dari 5 halaman

Narkotika Jenis Baru

Sementara dari hasil pengujian Labfor Polresta Denpasar dengan menggunakan FTIR memperlihatkan bahwa contoh uji memiliki kandungan organik compound, sedangkan pengujian dengan GCMS memperlihatkan bahwa contoh uji memiliki kandungan 4en-pentyl MDA-19 dan kandungan minor lain.

"Contoh uji tidak larut dalam air dan larut dalam kloroform, contoh uji diidentifikasi sebagai bahan kimia organik mengandung 4en-pentyl MDA-19 dan kandungan lain minor," ujarnya.

Sementara hasil pengujian serbuk warna krem menggunakan FTIR memperlihatkan bahwa contoh uji memiliki kandungan organik compound dan memperlihatkan contoh uji memiliki kandungan ADB-Fubiata dan kandungan minor lain. Kemudian, contoh uji tidak larut dalam air dan larut dalam kloroform dan contoh uji diidentifikasi sebagai bahan kimia organik mengandung ADB-Fubiata dan kandungan lain minor.

"ADB-Fubiata yang ada di dalam paket kiriman tersebut memang CBD, turunan dari ganja. Namun, belum masuk dalam lampiran Undang-undang Nomor 35, Tahun 2009 tentang Narkotika dan lampiran Permenkes No 4 Tahun 2021 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika," ujarnya.

"Tapi apabila diungkap, bisa menjadi peringatan terhadap Kemenkes untuk disegerakan masuk dalam daftar lampiran narkotika terbaru (NPS). Dengan adanya kiriman dari RRC ini menandakan bahwa adanya NPS jenis baru masuk ke Indonesia melalui Bali," ujarnya.

5 dari 5 halaman

Dijual di Jakarta

Kue kukis ini memberi efek seperti bahan narkotika lainnya. "Ini efeknya bisa bikin ngefly. Dia bikin sejak bulan Maret (2022) dan bahannya dari China. dan bikinnya di sini," ujarnya.

Bambang Yugo menerangkan, selain narkotika, bahan-bahan untuk kue itu sama seperti dengan kue kukis biasa, yakni tepung terigu, air, liquid vape, telur ayam, mentega, gula pasir, garam, dan baking soda. Adonan yang dibuat kemudian dicetak sesuai selera, lalu dibakar di oven hingga matang dan kering hingga berwarna kecokelatan.

"Dari bahan itu dibuat model kue. Kemudian kue tersebut dimasukkan bahan narkotika yang kemudian dikirim kembali untuk dijual kembali," jelas Bambang.

Polisi masih menelusuri penerima barang yang dikirim pelaku. Dia diketahui menjual kue nerkotika itu kepada orang tertentu di Jakarta.

"Dia jual kepada orang tertentu ke Jakarta," jelasnya.

Baca juga:
Bawa 99 Kg Sabu-Sabu dari Aceh, Empat Kurir Diringkus di Langkat
Fakta Baru Penangkapan Kades di Tuban, Simpan Narkoba di Ambulans Desa
Akhir Pelarian DPO Kasus Narkoba, Tewas Dibedil karena Melawan saat Ditangkap
Bongkar Kasus Narkoba Ratusan Kilogram, Polri Klaim Selamatkan 1,3 Juta Jiwa
Positif Narkoba, Anggota Satpol PP Ditangkap usai Maki-maki Kasat Lantas Pelalawan
Niat Beli Ganja Malah Dapat Seledri, Tukang Ojek di Palembang Lapor Polisi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini