Kunci Optimisme Indonesia Emas 2045 Adalah Anak Muda dan Bonus Demografi

Kunci Optimisme Indonesia Emas 2045 Adalah Anak Muda dan Bonus Demografi
Ngasiman Djoyonegoro. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 27 Oktober 2021 01:35 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Mimpi Indonesia Emas 2045 kerap digaungkan. Pada tahun itu Indonesia genap berusia 100 tahun alias satu abad. Pada tahun itu pula Indonesia juga mendapat bonus demografi, yakni jumlah penduduk 70 persen dalam usia produktif.

Ketua Umum Gerakan Indonesia Optimis, Ngasiman Djoyonegoro mengatakan tugas utama dalam mengisi kemerdekaan ialah dengan berpartisipasi sebanyak mungkin dalam pembangunan bangsa.

Partisipasi mengatur-atur negara ini agar lebih sejahtera, mendidik rakyat agar mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari), dan menegur kezaliman para penguasa, dan membangun kekuatan diri sendiri. Kemerdekaan harus diisi dengan kebaikan-kebaikan. Semangat optimisme harus menjadi virus yang menyebar ke seantro negeri," katanya, Selasa (26/10).

Sejurus dengan hal itu, momentum hari lahir GIO ke-3 bertepatan dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 mendatang. Simon, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa Indonesia ini adalah warisan kita, yang diberikan oleh para Bapak Pendiri Bangsa (founding fathers) dengan penuh perjuangan, darah dan air mata. Mereka melawan penjajahan, yang kala itu mencengkeram dan membelah negara-negara di seluruh dunia sesuka hati mereka. Tapi para pahlawan negeri ini, memiliki kesadaran bahwa bangsa ini harus merdeka dari segala penjajahan. Mereka menanam benih optimisme.

"Semangat optimisme sejatinya sudah dipraktikkan oleh para pendiri bangsa dan pahlawan kita di masa lalu. Para pahlawan negeri ini, memiliki kesadaran bahwa bangsa ini harus merdeka dari segala penjajahan. Mereka menanam benih optimisme," ujarnya.

Bangsa ini, katanya tidak akan bergerak kemana-mana jika tidak kita pupuk semangat optimisme sebagaimana yang diturunkan pada generasi pendahulu. Simon juga mengingatkan di masa depan, dengan perkembangan teknologi informasi yang mengarah pada "one village world," lawan Indonesia bukan lagi sekedar penjajah dan penguasa yang lalim, tapi adalah menembus batas diri agar mampu berkendara di tengah gelombang (riding the wave) masa depan.

Namun demikian, Simon tetap optimis bahwa Indonesia dengan berkah demografinya akan manjadi negara maju dan mampu mewujudkan mimpi Indonesia Emas di tahun 2045.

"Generasi muda adalah kunci. Bonus demografi akan menempatkan generasi muda sebagai pemegang narasi utama di Indonesia. Bonus demografi merupakan berkah yang harus disambut dengan penuh optimisme untuk mewujudkan mimpi Indonesia Emas di tahun 2045," terang Simon.

Simon pun mengajak seluruh anak bangsa bersatu mewujudkan mimpi Indonesia Emas 2045 dengan semangat optimisme yang menyala-nyala. "Mari kita tunjukan optimisme bahwa, kita adalah bangsa yang tangguh. Bukan hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi bangsa yang memanfaatkan kesulitan menjadi sebuah lompatan kemajuan," tutur Simon. (mdk/rhm)

Baca juga:
Menko Airlangga: RI Punya Bonus Demografi Mendukung Terbentuknya Ekonomi Digital
Strategi Pemerintah Tekan Stunting di Tengah Pandemi untuk Kejar Bonus Demografi
Waspada, Bonus Demografi di 2024 Bisa Jadi Bencana Bagi Indonesia
Bonus Demografi Indonesia Bakal Habis 2038
Kemenko Perekonomian: Bonus Demografi jadi Bencana Jika Tak Didukung Lapangan Kerja

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami