Kunjungi Pondok Gontor, Wapres JK Wakafkan Tanah Milik Keluarga

PERISTIWA » MAKASSAR | 3 Oktober 2019 12:54 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam kunjungannya itu, JK meresmikan menara Baru Masjid Jami' Pondok Modern Darussalam Gontor dan Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam Universitas Darussalam (UNIDA).

Dalam kunjungan ini, keluarga Kalla juga mewakafkan sebidang tanah untuk Gedung Pusat Studi Ekonomi di Unida.

"Untuk Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam UNIDA Gontor atau Center of Islamic Economic Studies (CIES), yang pada awal peletakan batu pertamanya juga oleh M. Jusuf Kalla dan Bapak Suahaeli Kalla yang mewakili dari pihak keluarga," kata rektor Unida, Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi saat sambutan, Kamis (3/10).

©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Dia menjelaskan bahwa gedung CIES ini difungsikan sebagai gedung pusat Studi Ekonomi Islam, pusat kajian dan gerakan bisnis strategis yang terkait dengan pengembangan ekonomi dan manajemen.

Gedung terdiri dari dua lantai yang luasnya hingga 52m x 29,5m. Proyek ini menelan dana pembangunan total kurang lebih Rp11 miliar rupiah. Dan seluruh pembiayaannya merupakan bantuan dari keluarga Haji Kalla.

Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan pihak keluarganya sengaja mewakafkan tanah untuk Pondok Gontor dengan alasan karena setiap tahunnya pondok ini pasti akan ada perubahan.

"Abad ini abad penuh perubahan bahwa pondok modern itu sangat berkembang sangat dinamis modern tahun 30 berbeda tahun 2019/2020. Jadi dengan mewakafkan diharapkan bisa mendorong kemajuan Gontor," jelasnya.

Menurutnya, keluarga Kalla sejak tahun 70, 80, 90-an menghargai Gontor karena dirinya juga ikut mendirikan Gontor di Poso.

"Dulu di Makassar tapi tertunda. InsyaAllah untuk menjadi kemajuan masyarakat di daerah bisa sejalan dengan kemajuan bangsa ini, karena saya akan selalu katakan beda antara sekolah dan museum. Kalau museum melihat ke belakang bangga melihat kemajuan masa lalu, Borobudur hebat kita bangun, coba mau bikin sultan Mataram zaman dulu hebat, itu museum," katanya.

Sementara Universitas, kata dia, pendidikan itu ke depan harus selalu lebih baik. Dia tidak ingin melihat ke belakang layaknya museum, "Kita harus melihat ke depan yang jauh lagi, Gontor bisa beramal jariyah, menara masjid Jami, pendidikan ekonomi syariah," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
2 Menteri Melenggang Ke DPR, Jokowi Pilih Plt Dibanding Angkat Menteri Baru
JK Pesan Anggota DPR Baru Jalankan 3 Fungsinya dengan Baik
Ini Alasan Presiden Jokowi Tunjuk Plt Dibanding Angkat Menteri Baru
Wapres JK: Perppu KPK Tunjukkan Lemahnya Wibawa Jokowi
VIDEO: Jokowi-JK Hadiri Pelantikan Anggota DPR

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.