Kunjungi Yogyakarta, Putri Mahkota Denmark Tinjau Puskesmas

Kunjungi Yogyakarta, Putri Mahkota Denmark Tinjau Puskesmas
PERISTIWA | 5 Desember 2019 03:04 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Putri Mahkota Denmark, Mary Elizabeth Donaldson melawat ke Yogyakarta. Putri Mary berada di Yogyakarta sejak Selasa (3/12) hingga Rabu (4/12).

Ada sejumlah tempat yang dikunjungi Putri Mary selama di Yogyakarta. Salah satunya adalah Puskesmas Tegalrejo yang berada di Jalan Magelang, Kota Yogyakarta.

Putri Mary meninjau Puskesmas Tegalrejo, Rabu (4/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Putri Mary sempat berbincang dan berbagi pengalamannya dengan para dokter dan petugas di Puskesmas Tegalrejo utamanya tentang kesehatan reproduksi.

Kepala Puskesmas Tegalrejo, Abdul Latief mengungkapkan jika kedatangan Putri Mary terkait dengan posisinya sebagai salah satu duta dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Selain itu Putri Mary pun merupakan patron dari UNPFA.

Latief menjelaskan saat diskusi, Putri Mary banyak membahas tentang program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Selain itu membahas pula tentang program kesehatan bagi remaja yang dikelola Puskesmas Tegalrejo.

Latief menerangkan bahwa Putri Mary juga menaruh perhatian pada kasus kehamilan tidak diinginkan yang terjadi di Yogyakarta. Terutama kehamilan tak diinginkan yang terjadi pada usia remaja.

"Memang ada kasus-kasus kehamilan tidak diinginkan yang banyak terjadi, khususnya di Yogyakarta. Tahun 2018 ada sekitar 290 an kehamilan tak diinginkan dan 170 di antaranya adalah remaja. Itu jadi konsen tersendiri bagi Princess Mary untuk melihat dan mendengar sebenarnya permasalahan kesehatan yang ada di Kota Yogyakarta," urai Latief.

Latief menuturkan di Puskesmas Tegalrejo, Putri Mary sempat pula meninjau fasilitas kesehatan yang ada. Di antaranya laboratorium dan fasilitas kesehatan untuk ibu dan anak.

Putri Mary, sambung Latief sempat pula melihat program bimbingan konseling untuk remaja dan pasien HIV/AIDS diterapkan di Puskesmas Tegalrejo

"(Putri Mary) Mengapresiasi bahwa Indonesia, khususnya di Yogyakarta ini ternyata juga bisa menyelenggarakan layanan kesehatan yang sangat pro terhadap masyarakat, remaja, dan khususnya bagi ibu-ibu hamil," tutup Latief. (mdk/cob)

Baca juga:
Bertemu di Keraton, Putri Mahkota Denmark dan Putri Sultan HB X Bahas Masalah Remaja
Dapat Cerita dari Mertua, Putri Mahkota Kerajaan Denmark Bertamu ke Keraton DIY
Perubahan Nama Desa di Yogyakarta Tidak Pengaruhi Program Dana Desa
Nama Desa dan Kecamatan di Yogyakarta akan Dikembalikan ke Zaman Kesultanan
Keraton Yogyakarta Pecat Abdi Dalem yang Terlibat Pelecehan Seksual
Keraton Yogya Mulai Prosesi Pembuatan Gunungan Gerebeg Maulid

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami