Kursi Pimpinan MPR Terbatas, Satu Parpol Pengusung Jokowi Kemungkinan Tak Dapat Jatah

PERISTIWA | 16 Juli 2019 19:33 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid berharap hanya ada satu paket pimpinan MPR. Paket itu diharapkan hanya diisi dari partai Koalisi Indonesia Kerja. Sehingga paket pimpinan MPR terpilih aklamasi.

"Kalau komunikasi dibangun dengan baik, dengan satu paket, selesai aklamasi. Tapi kalau tidak kan terbuka paket lain," ujar Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/7).

Disinggung kemungkinan terbukanya komposisi pimpinan MPR dari luar partai pendukung pemerintah, Jazilul menilai diperlukan komunikasi politik.

Selain itu, ada hal lain yang juga harus dibahas. Yakni jumlah kursi dan komposisi pimpinan MPR. Kursi pimpinan MPR berjumlah lima dengan komposisi empat dari partai politik dan satu kursi jatah Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Dengan terbatasnya jatah kursi ini, membuat parpol koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin kemungkinan besar ada yang tak mendapat kursi. Sebab, parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin berjumlah lima partai. Yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem.

"Nah di situ yang bisa dibahas. Kan bisa saling sharing di tempat lain," kata Jazilul.

Karena itu pula terbuka kans adanya paket lain. Jazilul mengatakan saat ini masih belum terlihat, namun bisa keluar tiga paket.

"Kalau mau buat sendiri, bisa 3 paket kok," kata dia.

Baca juga:
Tolak Kubu Prabowo, NasDem Ingin Paket Pimpinan MPR Diisi Koalisi Jokowi
Usai Dengar Pidato Jokowi, Waketum Klaim PAN Siap Gabung Pemerintah
Incar Kursi Ketua MPR, Ketum Golkar Gencar Lobi Pimpinan Parpol
Airlangga: PDIP Pegang Ketua DPR, Golkar Dapat Ketua MPR
Incar Kursi Ketua MPR, Cak Imin Lobi Jokowi hingga Airlangga
PDIP Prediksi Hanya Ada Dua Paket Pimpinan MPR
Manuver Gesit Cak Imin Buru Kursi Ketua MPR

(mdk/noe)