KY Serahkan Hasil Wawancara Seleksi Hakim Agung ke DPR Dua Pekan Mendatang

PERISTIWA | 14 November 2019 14:11 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus mengatakan, 13 calon hakim agung yang mengikuti seleksi tak bisa dipastikan lolos semuanya. Hal itu ia sampaikan usai melakukan wawancara terbuka terhadap Calon Hakim Agung (CHA) Artha Theresia Silalahi di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat.

"Tergantung penilaian masing-masing independen. Komisioner tidak bisa mempengaruhi yang lainnya. Karena ketika kita memutuskan, kita menentukan batas minimum berapa nilai yang diputuskan dan setelah itu baru dibuka. Jadi setelah dibuka baru ketahuan," kata Jaja, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

Ia pun menjelaskan, calon hakim agung dapat lolos apabila nilai atau batas minimum kelulusan dapat diraih oleh Calon Hakim Agung.

"Misalnya kita tetapkan batas minimum kelulusan misalnya 75, kalau enggak ada yang 75 berarti enggak ada yang lolos. Ya kita enggak serahkan ke DPR. Tapi misalkan kita menetapkan 70 ada yang lolos, ya kita serahkan ke DPR. Tapi kita tetapkan dulu batas minimumnya berapa, baru kita buka dan serahkan DPR," jelasnya.

"Kalau seandainya yang dibutuhkan 13 yang lolos 13 ya kita Serahkan 13-nya ke DPR semua. Kebetulan untuk hakim agung tuh 11 orang, ini ada 13 berarti yang terkoreksi ada dua orang atau bisa juga lebih tergantung dari nilai yang diperoleh," sambungnya.

Ia pun tak mempermasalahkan, apabila tidak semua calon hakim agung dan hanya beberapa saja yang lolos seleksi. "Ya tidak ada masalah (kalau yang lolos tidak 13 orang). Kita tidak akan memaksakan kurang integritas dan kapasitas kita tidak akan memaksakan," ujarnya.

Nantinya, hasil dari wawancara terbuka terhadap calon hakim agung ini akan diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada dua pekan mendatang.

"Pak Aziz sudah menetapkan, kurang lebih tanggal 25 November 2019 kita serahkan ke DPR. Baru diumumkan di DPR," tutupnya.

Diketahui, Komisi Yudisial melaksanakan seleksi wawancara terbuka terhadap 13 orang calon hakim agung tahun 2019. Nantinya, mereka akan mengisi 11 orang hakim agung untuk kamar Pidana, kamar Agama, kamar Militer, kamar Perdata dan kamar Tata Usaha Negara khusus pajak.

Seleksi calon hakim agung ini digelar pada hari ini, Selasa 12-14 November 2019 di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat.

Berikut nama-nama calon hakim agung yang lulus tahap III :

Kamar Agama : Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda Ahmad Choiri dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kupang Busra.

Kamar Perdata : Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar Dwi Sugiarto, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Yogyakarta Maryana, Panitera Muda Perdata Khusus Mahkamah Agung (MA) Rahmi Mulyati dan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar Sumpeno.

Kamar Pidana : Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Palembang Artha Theresia Silalahi dan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Banjarmasin Soesilo.

Kamar Militer : Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA Kolonel Sus Reki Irene Lumme, Hakim Militer Utama DILMILTAMA Brigjen TNI Sugeng Sutrisno dan Dosen Sekolah Tinggi Hukum Militer Ditkumad Kolonel Tiarsen Buaton.

Kamar Tata Usaha Negara : Wakil Ketua III Pengadilan Pajak bidang Pembinaan dan Pengawasan Kinerja Hakim Saetono dan Hakim Pengadilan Pajak Triyino Martanto.

Baca juga:
Penjelasan Artha Theresia, Calon Hakim Agung Soal Kekayaan Capai Rp43 Miliar
Calon Hakim Agung Artha Theresia Dukung Hukum Mati Koruptor & Bandar Narkoba
Daftar 29 Calon Hakim Agung Lulus Seleksi Tahap II
Komisi Yudisial Umumkan Calon Hakim Agung
Ini Alasan DPR Tolak Semua Calon Hakim Agung
KY Gelar Rapat Pleno Usai Calon Hakim Agung Ditolak DPR

(mdk/rhm)