Lagi asyik makan cilok, tersedak, Riska kemudian tewas

PERISTIWA » MALANG | 10 April 2015 15:49 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Malang benar nasib bocah SD Riska Mutiara Lestari. Gara-gara tersedak saat makan jajanan cilok yang dia beli di depan sekolahnya, siswa kelas 1 SD Negeri 3 Desa Wonosari, itu tewas.

Sebenarnya, saat Riska menyadari ada makanan yang tersedak di tenggorokannya, guru-guru sudah coba dilarikan ke puskesmas setempat dengan sepeda motor. Sayang, nyawa warga Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah itu tak bisa tertolong.

Orangtua korban menangis histeris saat jenazah putrinya yang berusia tujuh tahun tiba di rumah duka diantarkan dengan mobil ambulans Puskesmas Bawang. Air mata Wahyudi dan Maemunah tak bisa dibendung lagi.

Menurut teman sekolahnya, kejadian itu bermula saat jam istirahat pertama Riska Mutiara bersama anak lainnya membeli jajanan cilok. Baru beberapa saat makan, tiba-tiba korban mengeluh sakit karena cilok menyangkut di tenggorokannya.

Riska kemudian muntah dan pingsan hingga akhirnya meninggal karena saluran napasnya terhalang.

"Makannya cilok terus tiba-tiba mengeluh sakit dan pingsan. Terus sama pak guru dibawa ke puskesmas," ujar Sandi, teman korban.

Saat di puskesmas, dokter sempat melakukan resusitasi jantung dan paru-parunya. Tapi akibat akibat obstruksi atau sumbatan di jalan pernapasan dia meninggal dunia.

Pihak guru dan Kepala Dinas Pendidikan setempat saat dikonfirmasi untuk menceritakan mengena kejadian enggan untuk memberikan keterangan.

Kepala Puskesmas Bawang, Dr Fatkhurohman mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya semaksimal mungkin.

"Pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda warna kebiruan karena kekurangan oksigen yakni pada ujung-ujung jari dan bibir," terang Fatkhurohman.

Korban sendiri rencananya langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Akibat kejadian ini pihak sekolah membubarkan jam pelajaran dan melarang pedagang untuk berjualan di depan sekolah. (mdk/lia)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.