Lahan Bekas Lokalisasi di Solo akan Dibangun Rusun Brimob

Lahan Bekas Lokalisasi di Solo akan Dibangun Rusun Brimob
Lahan bekas lokalisasi di Solo. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 25 Januari 2021 14:27 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghibahkan tanah seluas 13.000 meter persegi di bekas lokalisasi Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Pasarkliwon, Solo untuk Polda Jawa Tengah. Penyerahan dilakukan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo kepada Dansat Brimob Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Farid Bachtiar Effendi, Senin (25/1).

Menurut rencana tanah di sisi timur Kota Solo itu akan dIbangun rumah susun untuk asrama anggota Brimob.

"Ada tanah seluas 13.000 m2 yang kami hibahkan untuk Polda Jawa Tengah," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Menurut Rudy, serah terima tanah hibah itu dilakukan dengan penandatanganan bersama kedua belah pihak. Ia berharap setelah ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo segera menguruskan sertifikat tanah.

Rudy menambahkan, tanah di bekas hak pakai ini sangat luas. Selain untuk Polda Jateng, tanah juga dihibahkan untuk Dinas Pendidikan dan untuk hunian warga, fasum (masjid dan gereja).

Menurut Rudy, hibah tersebut atas permintaan Kapolresta Surakarta saat itu, Kombes Pol Andy Rifai, agar dicarikan tempat untuk anggota Brimob. Pemkot merespons permintaan itu dengan menghibahkan tanah di Kelurahan Mojo yang dulu masuk wilayah kelurahan Semanggi.

"Kita hanya punya lahan luas untuk Brimob Polda Jateng di Kelurahan Mojo dan disetujui," katanya.

Dansat Brimob Polda Jawa Tengah Kombes Pol Farid Bachtiar Effendi menyampaikan, rencananya lahan hibah dari Pemkot Solo untuk dibangun kantor dan rusun asrama Brimob Polda Jawa Tengah. Ia mengaku saat ini banyak anggota Brimob Polda Jawa yang bertugas di Solo tinggal terpisah.

"Masih banyak anggota kami yang tinggalnya terpisah, sehingga menyulitkan untuk bergerak cepat," katanya.

Ia berharap dengan asrama tersebut, Brimob bisa mendukung rencana Pembangunan Pemkot Solo terutama keamanan dan situasi ketertiban masyarakat.

"Asrama Brimob akan dibangun tiga lantai. Yang bawah untuk parkir, lantai dua dan tiga untuk hunian. Total ada 110 kamar di asrama yang nantinya ditempati anggota Brimob Polda Jateng yang bertugas di Solo," pungkasnya.

Kampung Kenteng yang berada di tepian barat Sungai Bengawan Solo dulunya dikenal dengan lokalisasi atau kawasan prostitusi Silir Solo. Seiring berjalannya waktu Pemkot Solo menutup kawasan prostitusi Silir dengan membangun pasar tradisional Notoharjo (Pasar Klitikan), Masjid, Islamic Center, Pasar Hewan, RSUD Bung Karno, dan gedung SMPN.

Di lokasi tersebut juga terdapat tanah kosong milik Pemkot Solo yang dihuni ratusan orang sampai puluhan tahun. Pemkot Solo tahun ini meratakan semua hunian liar dan memberikan sebagian tanah pada Polda Jawa Tengah. (mdk/cob)

Baca juga:
Brimob Semprot Disinfektan di Sejumlah Ruas Jalan Protokol Jakarta
Persiapan Pengamanan Kota Tua Jelang Malam Tahun Baru
Personel Brimob Kalbar Disiagakan untuk Pengamanan Pilkada Boven Digul Papua
Kebakaran di Mako Brimob Depok Lalap Tempat Tinggal 16 Kepala Keluarga
Nekat! Warga Pisangan 'Ngembat' Sepatu Senilai Rp10 Juta di Asrama Brimob Cipinang
Kronologi Bus Berisi Pasukan Brimob Terguling di Kerinci Jambi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami