Lahan Ibu Kota Baru di Kaltim Diminta Tak Ganggu Kawasan Rehabilitasi Orangutan

PERISTIWA | 26 Agustus 2019 02:04 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Pegiat satwa berharap pembangunan kawasan ibu kota negara tak mengusik keberadaan binatang khas Kalimantan Timur seperti orang utan dan beruang madu. Salah satu kandidat ibu kota negara yakni Kecamatan Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Samboja mempunyai luas wilayah 1.045,9 kilometer persegi. Sampai dengan Februari 2019, jumlah penduduk tercatat 63.781 jiwa, yang tersebar di 4 desa dan 19 kelurahan.

Namun demikian yang menjadi catatan, di dalam kawasan Samboja, terdapat luasan hutan sekitar 1.800 hektare, sebagai pusat rehabilitasi Orang utan dan suaka Beruang Madu. Orang utan sendiri memang menjadi proses rehabilitasi, sebelum dilepasliarkan ke hutan alami yang menjadi habitatnya.

"Di kawasan kami, di BOS (Borneo Orangutan Survival) Samboja Lestari, tidak hanya menjadi pusat rehabilitasi 139 orangutan, tapi juga suaka 51 Beruang Madu," kata Program Manager Yayasan BOS Samboja Lestari, drh Agus Irwanto, kepada merdeka.com, Minggu (25/8) sore.

Agus juga mencermati rencana Samboja menjadi calon IKN. Dia berharap, kajian Bappenas benar-benar proporsional dan komprehensif, menjadikan Samboja sebagai calon IKN. "Sehingga kedepannya, tidak mengusik Orangutan yang sedang direhabilitasi, dan keberadaan Beruang Madu yang ada di BOS Samboja Lestari," ujar Agus.

Ditanya lebih jauh, apakah setuju dengan konsep menjadikan BOS Samboja sebagai kawasan wisata satwa sebagai penunjang IKN, Agus punya pandangan lain. "Proses rehabilitasi Orangutan, mesti jauh dari dari keramaian manusia. Karena, dia (Orangutan) tidak akan bisa cepat liar kembali kalau banyak manusia di sekitarnya," terang Agus.

Pemprov Kalimantan Timur sendiri memastikan, kawasan Samboja yang kini masuk kajian Bappenas sebagai IKN, tidak akan mengganggu Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, kawasan hutan Bukit Bangkirai dan pusat rehabilitasi Orangutan di Samboja.

"Kalau memang ibu kota negara di Kaltim, tidak akan ganggu Tahura. Tahura direvitalisasi, ditanam dan dirawat lagi sebagai konsep Forestry City. Juga, kalau ada yang mengganggu Bukit Bangkirai dan kawasan Orangutan, itu sama saja (pelakunya) gantung diri," kata Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, ketika ditemui merdeka.com di kediamannya, di Jalan Adipura, Samarinda, Kamis (22/8) malam.

Baca juga:
Dukung Pemindahan Ibu Kota, Borneo Muda Harap Jadi Momentum Pemerataan Pembangunan
Ketua MPR: Tak Elok Kita Ribut Pindah Ibu Kota Sementara Papua Masih Bergejolak
5 Keunggulan Penajam di Kaltim jadi Kandidat Ibu Kota Selain Samboja
Sejarawan Ungkap Batalnya Pemindahan Ibu Kota era Soekarno Karena Asian Games 1962
Nasib Kata 'DKI' Usai Ibu Kota Pindah dari Jakarta
Didesain Mewah, Ibu Kota Baru Diharapkan Tak Hadirkan Masalah Ketimpangan Anyar
Pemerintah Diingatkan Wajib Kuasai Lahan Ibu Kota Baru Cegah Praktik Spekulan

(mdk/gil)