Lahir Saat Masa Pandemi, Bayi Jerapah di Bali Diberi Nama Corona

Lahir Saat Masa Pandemi, Bayi Jerapah di Bali Diberi Nama Corona
PERISTIWA | 22 Mei 2020 12:00 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Ada kabar membahagiakan datang dari Bali Safari Park, Kabupaten Gianyar, Bali. Seekor bayi jerapah yang lucu dan menggemaskan baru saja lahir tanggal 9 April 2020 lalu.

Oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, bayi jerapah itu diberi nama Corona. Pemberian nama itu karena bayi jerapah betina lahir bertepatan dengan pandemi Covid-19.

Yohana Kusumaningtyas, selaku tim dokter hewan Taman Safari Indonesia (TSI) Group, menerangkan bayi jerapah ini lahir dari pasangan indukan bernama Sophie dan pejantan bernama Matadi. Proses kelahiran Corona berjalan dengan lancar dan tim dokter memantau proses kelahirannya melalui kamera CCTV.

"Setelah dua jam Sophie mengalami kontraksi, lahirlah bayi jerapah dalam kondisi yang sehat. Selang beberapa waktu tampak respon positif dari Sophie yang menjilati Corona. Ini merupakan pertanda bahwa ia menunjukkan perhatian baik terhadap bayinya," kata Yohana, Jumat (22/5).

Yohana menceritakan, jerapah Sopfie mengalami masa kehamilan selama kurang lebih 15 bulan. Sejak awal kehamilan, kondisi Sophie selalu dipantau oleh keeper (perawat satwa), dokter hewan, dan asisten kurator. Mereka rutin memeriksa kondisi kehamilan dan kesehatan Sophie setiap hari.

"Kami memberikan perawatan terbaik dan pakan berkualitas seperti, wortel, kacang panjang dan daun kaliandra untuk indukan jerapah selama masa kehamilan hingga nanti menyusui. Bayi jerapah masih menyusu sejak kelahiran hingga usia empat bulan," imbuh Yohana.

bayi jerapa corona di bali

Jerapah Giraffa camelopardalis merupakan jenis endemik Afrika dan merupakan spesies hewan tertinggi yang hidup di darat.

Tinggi jerapah jantan dapat mencapai 4,8 sampai 5,5 meter dengan berat hingga mencapai 1.360 kilogram. Kemudian, untuk jerapah betina biasanya sedikit lebih pendek dan lebih ringan.

"Saat ini, Corona dalam kondisi sehat. Ia masih berada dalam pengasuhan langsung oleh induknya Sopfie," ujar Yohana.

Selain itu, dengan adanya tambahan satu ekor jerapah, maka total jumlah jerapah di Bali Safari menjadi 5 ekor, yang terdiri dari 2 jantan dan 3 betina.

Saat ini, Bali Safari Park masih ditutup sementara dalam rangka mencegah mata rantai penyebaran Covid-19 sejak 23 Maret 2020 lalu. Sementara program konservasi satwa tetap berjalan di Bali Safari.

Termasuk salah satunya adalah pengembangbiakan satwa dan perawatannya. Satwa-satwa tetap diberi pakan secara rutin dan normal. Kondisinya pun selalu dimonitor tim medis.

"Terlebih lagi, satwa hamil yang wajib mendapatkan perawatan ekstra demi kesehatan bayinya. Begitu pula dengan anakan satwa seperti Corona yang mendapat perawatan ekstra agar kesehatannya tetap terjaga," ujar Yohana.

"Sehingga nantinya mampu berbaur dengan kawanan jerapah lainnya di Bali Safari. Selama Bali Safari tutup sementara, perkembangan Corona akan selalu dikabarkan melalui akun media sosial resmi Bali Safari. Dengan begitu, masyarakat tetap keep in touch dengan baby jerapah yang lucu dan menggemaskan ini, hingga nanti bisa bertemu langsung setelah Bali Safari dibuka kembali menerima pengunjung," ujar Yohana. (mdk/lia)

Baca juga:
Pemburu Harimau Sumatera Semakin Leluasa Bergerak Saat Pandemi Covid-19
Harimau Jantan Mati Terjerat Tali Baja di Riau
Harimau Sumatera Mati Terjerat di Minas Barat
Derita Infeksi Saluran Pencernaan Kronis, Gajah di Kasang Kulim Ditemukan Mati
Lahir di Tengah Pandemi, Bayi Gajah Sumatera Ini Diberi Nama Covid
7 Macam Binatang Buas yang Paling Mematikan di Dunia, Salah Satunya di Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami