Langgar Protokol Covid-19, 20 Pekerja di Aceh Barat Dipulangkan ke Daerah Asal

Langgar Protokol Covid-19, 20 Pekerja di Aceh Barat Dipulangkan ke Daerah Asal
PERISTIWA | 2 Juni 2020 08:31 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Sebanyak 20 orang pekerja bangunan asal Provinsi Sumatera Utara terpaksa dipulangkan ke daerah asalnya dari Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Tindakan ini dilakukan setelah diketahui kedatangan mereka tidak memiliki surat keterangan sehat dari otoritas kesehatan.

Ke-20 orang pekerja yang dipulangkan tersebut masing-masing 16 orang berasal dari Kota Binjai dan sisanya empat orang dari Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Para pekerja itu datang ke Aceh Barat tidak dilaporkan secara resmi kepada aparat desa dan tim terkait. Sehingga kehadiran mereka ditolak oleh masyarakat.

"Penolakan yang dilakukan oleh masyarakat tersebut dikarenakan para pekerja tersebut tidak juga tidak mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, yakni dengan memiliki surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan," kata Irsadi Aristora, Petugas Sekretariat Gugus Covid-19 Kabupaten Aceh Barat di Meulaboh, Selasa (2/6). Demikian dilansir Antara.

Tidak hanya itu, para pekerja yang sejak sepekan terakhir bekerja sebagai tenaga kerja di proyek pembangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Aceh Barat, berlokasi di Desa Lapang, Meulaboh, Aceh Barat, juga tidak melakukan karantina mandiri dan tidak dilaporkan keberadaannya kepada aparat desa. Kehadiran pekerja ini diketahui warga saat berada di sebuah warung kopi.

Setelah ditanyakan kepada aparat desa, kehadiran puluhan pekerja ini juga tidak diketahui aparat desa. Sehingga kemudian warga marah dan meminta pekerja tersebut dipulangkan ke daerah asal.

"Karena permintaan masyarakat agar dipulangkan, dan pekerja dari Sumatera Utara ini merasa tidak nyaman, akhirnya setelah dilakukan musyawarah dan kontraktornya setuju, 20 pekerja tersebut langsung dipulangkan ke daerah masing-masing dari Aceh Barat," ujar Irsadi.

Irsadi menegaskan, sesuai aturan protokol kesehatan yang berlaku, setiap masyarakat yang datang daerah zona merah Covid-19 ke daerah hijau, harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari sejak tiba di daerah tujuan. Hal ini untuk menghindari agar para pendatang tidak terpapar virus Covid-19.

"Bahkan, para pekerja yang sudah dipulangkan tersebut juga diketahui tidak memiliki surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh otoritas terkait, sehingga kehadirannya di Aceh Barat diduga melanggar protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah," tutup dia. (mdk/ray)

Baca juga:
PR Pemerintah Atur Transportasi saat New Normal: Jamin Jaga Jarak di Jam Sibuk
Pakar Sebut New Normal Bukan Berarti Masyarakat Merdeka dari Covid-19
Menag: Hari Pancasila saat Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Wujudkan Keberagaman
Pantai Tanjungpakis Karawang Tetap Buka & Dipadati Pengunjung saat PSBB
1.383 Warga di Papua Barat Berstatus OTG, Pernah Kontak Pasien Positif Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5