Langgar Protokol Kesehatan, Pertunjukan Organ Tunggal di Klaten Dibubarkan Polisi

Langgar Protokol Kesehatan, Pertunjukan Organ Tunggal di Klaten Dibubarkan Polisi
PERISTIWA | 5 Oktober 2020 20:57 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Patroli Gabungan Polsek Gantiwarno, Polres Klaten membubarkan pertunjukan musik organ tunggal di sebuah acara hajatan, Dukuh Karanggumuk, Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Minggu (4/10) malam. Selain tanpa izin, pertunjukan tersebut juga tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19.

Petugas gabungan membubarkan acara tersebut pada pukul 20.30 WIB, setelah menerima informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan tersebut. Turut diamankan alat musik berupa organ dan ketipung. Petugas kemudian memanggil penyelenggara dan pemilik alat orkes. Mereka diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak lagi mengadakan acara hiburan tanpa izin.

Kemudian polisi menyerahkan alat musik kepada pemilik. Namun permasalahan tersebut ternyata tidak berhenti sampai di situ. Salah satu teman pemilik ketipung yang bernama Hendra, mengunggah foto disertai narasi bahwa alat musik tersebut disita dan dirusak petugas.

Unggahan tersebut kemudian viral di media sosial Facebook yang menyebutkan adanya perusakan alat musik ketipung oleh petugas Polri.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap petugas dan pihak-pihak terkait. Di antaranya petugas piket Polsek Gantiwarno, pemilik ketipung, pengunggah foto, penyelenggara hajatan dan para pemain musik. Klarifikasi dipimpin langsung oleh Kapolres dan dihadiri oleh perwakilan Paguyuban Seniman Kabupaten Klaten (SEKATEN), Senin (5/10) di Mapolsek Gantiwarno.

Dalam klarifikasi tersebut, pemilik ketipung menyatakan bahwa alat musik tersebut rusak akibat dirobek sendiri. Ia mengaku saat mengambil ketipung di Polsek Gantiwarno, tidak mengecek kondisinya. Setelah sampai di rumah, ternyata ada sobekan kecil, yang menurutnya menyebabkan alat tersebut tidak bisa digunakan. Kemudian ketipung tersebut justru dirusak sendiri dengan cara disobek-sobek pada bagian kulit karena kesal dan fotonya dijadikan status WhatsApp.

Atas perbuatannya, Eka dan Hendra kemudian meminta maaf telah menyebarkan berita hoaks yang menyudutkan Polri. Mereka juga menyatakan ke depan siap mematuhi protokol kesehatan dan peraturan perundangan lainnya terkait gelaran musik di masa pandemi Covid-19.

"Apa yang dilakukan jajaran kami adalah murni melakukan tugas. Menindaklanjuti laporan dari masyarakat adanya hiburan organ tunggal yang tidak memiliki izin dan tidak mematuhi protokol kesehatan, serta adanya pesta miras di lokasi," katanya.

Kapolres meminta masyarakat agar tidak mudah membuat berita ataupun mudah percaya pada berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

"Adanya kegiatan klarifikasi ini, sudah clear dan jelas bahwa tidak ada perusakan alat musik ketipung oleh pihak kepolisian. Tetapi hanyalah kesalahfahaman dari saudara Hendra yang tidak mengetahui kejadian sebenarnya namun mengunggah di akun Facebook miliknya," pungkas Kapolres. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami