Langka di Kebumen, elpiji 3 kg menembus harga Rp 24.000 jelang Lebaran

PERISTIWA | 13 Juni 2018 10:58 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Kelangkaan gas elpiji 3 kg terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen. Dampaknya mendekati lebaran, harga gas bersubsidi tersebut tembus Rp 24.000.

"Kelangkaan dimungkinkan karena permintaan yang semakin banyak. Semakin banyak permintaan yang tidak diimbangi Stok barang, barang jadi langka," jelas Kasatgas Res Pangan Kebumen, AKP Aji Darmawan yang juga yang juga menjabat Kasat Reskrim Polres Kebumen.

Temuan kelangkaan gas elpiji, didapati oleh satgas pangan saat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok menjelang lebaran di sejumlah pasar di Kebumen, Selasa (13/6). Terkait melonjaknya harga gas elpiji 3 kg, pada awal puasa harga kisaran Rp 18.000 sampai 20.000 Rupiah. Saat ini harga bisa tembus Rp 24.000.

Selain gas, ada pula beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan jelang lebaran. ayam potong yang semula Rp 35.000 pada awal bulan ramadan, kini naik menjadi Rp 37.000-Rp 38.000.

Sedangkan untuk harga cabe rawit, sebelum bulan ramadan per kg seharga Rp 28.000- Rp 30.000. Saat ini tembus diangka Rp 40.000 hingga Rp 42.000.

"Meski mengalami kenaikan, stok ayam potong dan cabe rawit diprediksi mampu memenuhi permintaan pasar hingga pasca lebaran," kata Aji.

AKP Aji Darmawan mengatakan Satgas Pangan akan terus memantau perkembangan harga dan stok barang kebutuhan pokok. "Kami setiap hari mengecek perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat," tutupnya.


Periode mudik & Lebaran, konsumsi BBM dan LPG meroket lebih dari 20 persen
Warga keluhkan harga gas melon meroket hingga Rp 35.000 per tabung
Warga berdesakan beli elpiji 3 Kg di Kota Palu
Akibat kelangkaan BBM dan elpiji jadi alasan Pertamina rombak susunan direksi
Warga kesulitan dapatkan gas elpiji 3 kilogram
Kelangkaan elpiji 3 Kg masih terjadi, harga capai Rp 30.000 per tabung

(mdk/rhm)