Langkah Pengacara Tersangka Suap Impor Bawang Putih Usai Praperadilan Ditolak

PERISTIWA | 12 November 2019 15:39 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kuasa Hukum I Nyoman Dhamantra, Fikerman Sianturi mengaku kecewa dengan putusan yang diberikan oleh Hakim Tunggal Krisnugroho. Dalam putusan tersebut, hakim menolak gugatan praperadilan Nyoman terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Yang pasti dari kami tim kuasa hukum merasa kecewa atas putusan (ditolak gugatan) yang sama-sama kita dengarkan tadi," kata Fikerman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

"Kenapa, kita katakan kecewa karena di dalam pertimbangan itu putusan Mahkamah Konstitusi nomor 21 itu ya dikesampingkan, tidak dipertimbangkan, sehingga putusan menolak permohonan praperadilan yang kita ajukan," sambungnya.

Menurutnya, tidak ada rasa keadilan dalam kasus yang menimpa kliennya terlebih dalam gugatan praperadilan.

"Tentu saja hal ini terus terang kecewa, karena tidak ada rasa keadilan itu lagi. Jadi kalau dikatakan praperadilan ini merupakan suatu fungsi kontrol terhadap suatu perbuatan hukum yang dilakukan penyidik yang menurut kami tidak sesuai dengan aturan mainnya maka kita itu merasa kecewa sekali ya rasa keadilan itu hilang begitu saja," ungkapnya.

Selain itu, ia mengaku belum memikirkan apa langkah selanjutnya dalam membela kliennya tersebut agar tak terjerat kasus yang saat ini ditangani KPK.

"Ya kalau sudah ada putusan praperadilan seperti ini yang menolak permohonan tentunya akan masuk pokok perkara. Untuk selanjutnya nanti kita tunggu saja ya, kita liat nanti dipokok perkara gimana," ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Selain Nyoman, KPK juga menjerat lima orang lainnya dalam kasus ini.

Yakni Mirawati Basri (MBS) selaku orang kepercayaan Nyoman, Elviyanto (ELV) orang dekat Nyoman, dan tiga pihak swasta yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).

Nyoman diduga meminta fee sebesar Rp3,6 miliar dan Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dengan kuota 20 ribu ton untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh CSU alias Afung.

Dari komitmen fee tersebut, Nyoman diduga sudah menerima Rp2 miliar yang dikirim oleh Doddy ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Rp2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus surat persetujuan impor (SPI).

Baca juga:
Hakim Tunggal PN Jaksel Tolak Gugatan Praperadilan I Nyoman Dhamantra
KPK Tak Hadir, Sidang Praperadilan Tersangka Suap Impor Bawang Putih Ditunda
Praperadilan Nyoman, Saksi Ahli Nilai Berdasarkan UU Baru KPK Tak Berwenang Menahan
Sidang Gugatan Praperadilan I Nyoman Dhamantra Kembali Ditunda
Sidang Praperadilan Nyoman, Saksi Ahli Sebut OTT Tak Diatur di KUHP
KPK Periksa Tersangka Suap Chandry Suanda

(mdk/rhm)