Lanjutkan kasus beras plastik, Kapolri libatkan lab universitas

Lanjutkan kasus beras plastik, Kapolri libatkan lab universitas
dewi penemu beras plastik. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 15 Juni 2015 16:58 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Masih ingat dengan kasus beras plastik di Bekasi? Kepolisian hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan. Alasannya, lantaran hasil uji laboratorium berbeda.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, pihaknya memastikan hasil uji lab dari milik lembaga pemerintah negatif. Untuk memastikan, pihak Kepolisian juga melakukan uji lab ke sejumlah universitas.

"Beras plastik sudah jelas, bahwa hasil pemeriksaan enam laboratorium mengatakan bahwa itu negatif," kata Badrodin di Bekasi, Senin (15/6).

Hasil yang menyatakan positif, kata dia, hanya milik PT Sucofindo, Cibitung. Karena itu, menurut jenderal bintang empat ini, penyidik akan mendalami perbedaan tersebut.

"Kami dalami, apakah ada kekeliruan atau ada unsur kesengajaan," kata dia.

Menurut dia, penyidikan bukan mengarah kepada berasnya, tapi di balik pengumuman yang positif tersebut. Apakah ada kelalaian atau ada kesalahan prosedur atau mungkin karena kesengajaan.

"Kalau ada kesengajaan tentu kita akan ungkap apa motivasinya," kata Badrodin.

Jika ditemukan kesalahan dan motif lain terkait pengumuman positif tersebut, ujar Badrodin, pihaknya akan mengkaji lebih dulu bentuk pelanggarannya.

"(Sanksi) Nanti kita lihat dulu pelanggaran apa yang dibuat," katanya.

Seperti diketahui, kasus beras plastik sempat ramai. Adalah Dewi Septiani (29), penjual nasi uduk dan bubur ayam itu melaporkan temuan dugaan beras berbahaya.

Sedangkan, hasil Laboratorium dari Sucofindo membuktikan bahwa ada tiga kandungan kimia. Antara lain BBP (Benzyil butyl phtalate ), DEHP (bis (2-ethylexyl phatalate)), DINP (Diisionyl Phatalate). Kandungan itu biasa dipakai untuk pembuatan pipa, kabel, dan lainnya. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami